Hanya Ada 12 Tambang yang Berizin di Kab Probolinggo

KRAKSAAN – Penutupan tambang galian C di Desa Alasnyiur dan Desa Sindetanyar, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, menuai protes. Langkah Satpol PP Provinsi Jawa Timur bersama Satpol PP Kabupaten Probolinggo itu dianggap tebang pilih.

Salah seorang pemilik tambang di Desa Alasnyiur, Kecamatan Besuk, Jumanto mengatakan, di Kabupaten Probolinggo, banyak tambang galian C yang tidak berizin. Jika petugas hendak bersikap tegas, harus menutup semua tambang tersebut. “Ini tidak adil. Kalau mau ditutup, tutup semua. Jangan hanya itu (miliknya). Di Kabupaten Probolinggo ini tidak ada yang berizin untuk tambang galian C-nya,” ujarnya.

Menurutnya, penutupan galian C seharusnya berasaskan keadilan. Jumanto menilai, penutupan tambang yang dilakukan aparat penegak peraturan daerah itu hanya dilakukan pada tambang kecil. “Kalau berani, tutup semua. Jangan tebang pilih,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Kabupaten Probolinggo Eko Nurwijayanto mengatakan, untuk langsung menutup tambang, pihaknya harus berkoordinasi dengan Pemprov. Sebab, perizinan tambang galian C langsung pada Pemprov.

“Kalau kayak kemarin itu enak. Ada aduan dari masyarakat yang menyurati Gubernur. Dengan tembusan ke dinas terkait. Kami langsung mengawal dan menutupnya,” ujarnya.

Ia mengaku, sudah beberapa kali melakukan tindakan pada tambang tak berizin. Namun, saat hendak akan ditutup, di tambang itu tidak ada orangnya. “Kalau ditutup saat tidak ada orangnya, pasti dibuka kembali. Karena itu, kami menunggu ada orangnya dulu dan memberikan pemahaman. Itu, kami lakukan agar tidak bekerja dua kali,” jelasnya.

Di sisi lain, Penyidik Satpol PP Pemprov Jawa Timur Usman Subekti mengatakan, tambang yang berizin di Kabupaten Probolinggo hanya sekitar 10 sampai 12 tambang. “Hanya itu yang berizin. Sedangkan lainnya ilegal,” ujarnya.

Karena banyaknya tambang yang ilegal itu, pihaknya akan mengumpulkan semua pemilik tambang galian C. Tujuannya, menerima keluh kesah mereka terkait tambang ilegalnya. “Nanti kami tanyakan, apa masalahnya hingga tambangnya ilegal. Kan lebih enak legal. Kami juga akan berupaya pemahaman daerah mana saja yang tidak boleh ditambang,” ujarnya.

Sebelumnya, Selasa (16/7), Satpol PP Provinsi Jawa Timur bersama Satpol PP Kabupaten Probolinggo menutup dua tambang galian C. Masing-maisng di Desa Alasnyiur dan Desa Sindetanyar, Kecamatan Besuk. Dua tambang ini ditutup karena tak berizin. (sid/rud)