Disuruh Suami Antar Sabu, Ibu asal Bangil Ditangkap, sang Suami Kabur

BANGIL – Gara-gara “dikorbankan” suaminya, Anisah, 37, warga jalan Tengiri, Kelurahan Bendomungal, Kecamatan Bangil, kini harus melewati hari-harinya di balik teralis besi. Ibu dua anak itu dipenjara setelah disuruh suaminya berinisial UD mengantar narkoba jenis sabu-sabu (SS).

Ironisnya, UD berhasil kabur. Sehingga, hanya Anisah yang harus menanggung hukumannya. Anisah ditangkap anggota Satreskoba Polres Pasuruan Jumat (12/7) sekitar pukul 19.00.

Ketika itu, ia hendak mengantar barang jenis sabu-sabu kepada seorang pemesan, M. Syaifuddin, 30, warga Desa Capang, Kecamatan Purwodadi yang tertangkap duluan oleh polisi.

Wakapolres Pasuruan Kompol Supriyono menyampaikan, tertangkapnya Anisah berangkat dari pengembangan yang dilakukan polisi. Sebelumnya, polisi menangkap M. Syaifuddin, sekitar pukul 16.00 pada hari yang sama.

Syaifuddin mengaku memeroleh sabu-sabu seberat 22,74 gram dari UD, suami Anisah. Berangkat dari situ, petugas kemudian menyusun strategi untuk menjebak UD.

Dengan berpura-pura menjadi pembeli, petugas kemudian menghubungi UD. Hingga kesepakatan dicapai untuk bertemu di Indomaret, Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji.

“Anggota kemudian melakukan pengintaian di kawasan Indomaret setempat,” kata Supriyono saat didampingi Kasatreskoba Polres Pasuruan Iptu Sugeng.

Pengintaian dilakukan cukup lama. Namun, bukan UD yang datang. Melainkan Anisah dengan mengendarai motor matik. Semula, petugas tak menaruh curiga. Petugas mengira, Anisah hanyalah pelanggan Indomaret seperti pada umumnya.

Namun, gelagat Anisah yang tampak mencurigakan, membuat petugas memilih untuk melakukan pemeriksaan. “Saat diperiksa, ternyata benar. Ia membawa sabu-sabu,” sambungnya.

Petugas kemudian melakukan penangkapan terhadapnya. Ia pun diintrogasi, hingga mengaku kalau disuruh suaminya. Petugas kemudian bergerak ke rumahnya. Hasilnya nihil karena suaminya, sudah kabur dari rumah. “Kami menemukan BB berupa sabu-sabu sebanyak 36,63 gram dari tersangka AN (Anisah, Red),” ulasnya.

Kepada wartawan, Anisah mengaku kalau dirinya sudah dua kali mengantar pesanan suaminya itu. Ia mengaku tak mengetahui kalau barang yang diantarnya itu adalah sabu-sabu. “Saya tidak tahu kalau itu sabu-sabu,” aku Anisah.

Kasatreskoba Polres Pasuruan Iptu Sugeng menyampaikan, ada sebanyak sembilan tersangka yang berhasil diringkus satuannya dalam kurun waktu seminggu terakhir.

Selain Anisah dan M. Syaifuddin, ada pula Mujib Handi Kristian, 48, warga Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan; Sigit Harianto, 33, warga Jogosari, Kecamatan Pandaan; Achmad Chabibulloh, 30, warga Ngerong, Kecamatan Gempol; Kiki Restiaji, 22, warga Ngerong, Kecamatan Gempol.

Selanjutnya, Subagio, 41, warga Dayurejo, Kecamatan Prigen dan M. Farrel Asyrofie Romadhiansyah, 19, warga Kalianyar, Kecamatan Bangil. “Sebagian ada yang pengguna, kurir, maupun pengedar,” sambungnya.

Kesembilan pelaku terancam hukuman 10 tahun penjara. Mereka dianggap melanggar pasal 112 jo pasal 114 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Penyalahgunaan Narkotika. (one/mie)