6 Bulan, Kecelakaan di Wilayah Polresta Pasuruan Lebih Tinggi dari 2018

PANGGUNGREJO – Angka kecelakaan di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota sepanjang 2019 cukup tinggi. Dalam periode Januari sampai Juni, Satlantas mencatat telah terjadi 132 kali kecelakaan. Mayoritas didominasi karena faktor manusia atau human error.

Kanit Laka Satlantas Polres Pasuruan Kota Iptu Ahmad Jayadi mengungkapkan, kecelakaan ini mengakibatkan 19 orang meninggal dunia, 9 orang luka berat, dan 258 orang luka ringan. Total kerugian akibat kecelakaan mencapai Rp 274.300.000.

Jumlah kecelakaan sepanjang Januari–Juni menurutnya, meningkat dibanding tahun 2018. “Untuk tahun ini jumlah kecelakaan memang meningkat dibandingkan tahun 2018. Tahun lalu, sampai akhir Desember hanya terjadi 104 kecelakaan. Di tahun ini, baru enam bulan sudah terjadi 132 kali kecelakaan,” ungkapnya.

Dari hasil pemantauan yang dilakukan Unit Laka, menurutnya, kecelakaan paling mendominasi terjadi di jalur pantura Desa Kedungbako sampai Desa Arjosari, Kecamatan Rejoso. Lokasi ini memang masuk black spot sepanjang satu kilometer.

Menurutnya, mayoritas kecelakaan disebabkan human error. Seperti pengendara tidak tertib yaitu mendahului kendaraan tanpa memperhatikan arus lalu lintas atau tidak mematuhi rambu-rambu setempat. Selain itu, karena mengantuk dan kelelahan.

Untuk faktor nonteknis, disebabkan oleh penerangan jalan yang kurang. Selain itu, karena rambu-rambu jalan di lokasi minim. Utamanya, di jalur black spot yang banyak terdapat simpang tiga. Banyak pengendara kerap memotong jalur seenaknya tanpa melihat kondisi lalu lintas.

“Paling sering kecelakaan ini terjadi saat malam hari. Kami sendiri rutin mengintensifkan patroli dan koordinasi dengan Unit Dikyasa Satlantas Polresta Pasuruan untuk menyampaikannya ke instansi terkait tentang rambu dan penerangan jalan,” terang Jayadi. (riz/hn)