Rutin Kirim Air ke 12 Desa yang Rawan Krisis Air Bersih

PROBOLINGGO – Sedikitnya ada 12 desa di Kabupaten Probolinggo yang mengalami krisis air bersih selama musim kemarau. Kedua belas desa itu berada di 6 kecamatan. Sampai kini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten setempat, masih rutin mendistribusikan air bersih ke desa yang krisis air tersebut.

Dalam setiap kali distribusi, BPBD bisa mengirimkan hingga 6.000 liter dan untuk kebutuhan masyarakat. Adapun kebutuhan tersebut mengikuti jumlah Kartu Keluarga (KK) dalam satu dusun.

“Pemberian air itu mengikuti KK, bisa 2 kali hingga 4 kali pengisian per KK,” terang Sugeng selaku Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (BKL) BPBD.

Sejauh ini yang menjadi lokasi distribusi adalah 26 dusun di 12 desa. Data tersebut diambil dari pengamatan pengajuan air terhadap BPBD dari tahun-tahun sebelumnya dan data bulan Januari-juli 2019. “Kawasannya tetep sama, dan kawasan yang masih belum ada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), atau ada PDAM tapi karena kemarau, sumber airnya kecil” terangya.

Pendistribusian air terhadap suatu desa itu menggunakan mobil tanki yang berisi 6.000 liter air. Jumlah itu bisa mencukupi 300 samapai 400 KK. Satu desa bisa 2 sampai 3 kali datang ke desa yang terkena kekeringan.

Air yang didistribusikan ke masyarakat di daerah kiris air, aman untuk di konsumsi dan mandi. Sebab sudah diuji di Laboratorium Dinas kesehatan. (mg1/fun)