Produksi Garam di Kab Pasuruan Baru Capai 18,45 Ton

PASURUAN – Memasuki awal Juli 2019, produksi garam di Kabupaten Pasuruan masih minim. Bahkan, masih jauh dari target tahun ini yang mencapai 15.555 ton. Sampai akhir Juni 2019, produksi garam di Kabupaten Pasuruan baru mencapai 18,45 ton.

Namun, jumlah itu baru hasil panen di Desa Raci, Kecamatan Bangil. Sedangkan, di daerah lainnya yang merupakan lumbang garam seperti di Kecamatan Kraton dan Kecamatan Lekok, baru panen. Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan masih menghitung jumlah produksinya.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan Slamet Nurhandoyo mengatakan, masih sedikitnya produksi garam karena panennya baru bisa dilakukan sejak akhir Juni. “Pada Mei-Juni baru masa persiapan meja garam. Ketika dinilai sudah tidak ada hujan lagi, persiapan meja garam ini bisa berlangsung sampai sebulan,” ujarnya.

Dari data Dinas Perikanan, pada Mei lalu, masih sedikit petambak yang mempersiapkan tambaknya. Mereka banyak baru melakukan persiapan pada Juni. Sehingga, hasil panen baru terasa di akhir bulan Juni. Sejauh ini, hasil produksi yang baru tercatat dari hasil panen petambak di Desa Raci, Kecamatan Bangil. Yakni, mencapai 18,45 ton.

Meski masih jauh dari target produksi tahun ini, Dinas Perikanan optimistis targetnya akan tercapai. Apalagi, sepanjang tahun kemarin targetnya bisa terlampaui. Semua ditarget 15.250 bisa tercapai 22.604 ton. “Tetap masih sangat tergantung cuaca. Namun, jika kemarau bagus, kami optimistis bisa tercapai,” ujarnya. Menurutnya, puncak produksi garam diprediksi akan terjadi pada September sampai November. (eka/fun)