Perkosa Wanita Tunagrahita, Duda Diamankan

PAJARAKAN – Entah apa yang ada di pikiran Suriyanto alias To, 38, warga Asinan, Desa Ranugedang, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Malam-malam, dia nekat menjemput YN, 29, tetangga desanya yang menderita keterbelakangan mental atau tunagrahita. To lantas memperkosa tetangganya itu.

Karena perbuatannya itu, pelaku To diamankan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Probolinggo. Dia diamankan pada Senin (15/7), pukul 07.00 di Maron.

Informasi yang dihimpun radarbromo.jwapos.com, pemerkosaan itu terjadi Sabtu (13/7). Saat itu, korban dijemput oleh pelaku di rumahnya pukul 21.00. Korban yang mengalami keterbelakangan mental itu, hanya menurut saja diajak pelaku. Di sisi lain, saat itu kondiri rumah korban sedang kosong. Hanya korban sendirian di rumahnya.

“Korban dan pelaku diam-diam pergi dari rumah korban. Jadi, tidak ada yang tahu. Korban dibonceng pelaku menggunakan motor pelaku,” terang Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto.

Keluarnya dua orang itu tidak ke mana-mana. Pelaku ternyata mengajak korban ke rumahnya. Pelaku sendiri adalah duda cerai. Dia tinggal sendirian di rumahnya. Karena itu, pelaku mengajak korban ke rumahnya.

Sampai di rumah, tanpa banyak bicara, pelaku mengajak korban ke kamarnya. Begitu di kamar, pelaku langsung menanggalkan baju korban. Pelaku lantas memperkosa korban. Namun, aksi pelaku itu mendapat perlawanan dari korban.

Pelaku pun langsung mengancam korban. Korban diancam akan dibunuh, jika tidak menuruti kemauannya. Mendapat ancaman begitu, korban hanya bisa menuruti aksi bejat pelaku.

“Korban diancam oleh terlapor akan dibunuh apabila melawan. Karena itu, korban menurut saja saat diperkosa,” tandasnya.

Keesokan harinya, Minggu (14/7), ayah korban yaitu Br, 51, kebingungan mencari anaknya. Ayah korban curiga anaknya pergi bersama pelaku. Karena itu, ayah korban langsung mencari pelaku.

Dan benar saja, saat mencari pelaku, ayah korban menemukan korban dibonceng pelaku. Saat itu juga, ayah korban menghubungi PPA Polres Probolinggo. Setelah itu, dia mengejar pelaku. Sementara Polres sendiri, langsung mengejar pelaku begitu mendapat laporan dari Br.

Pengejaran itu membuahkan hasil. Senin (15/07) pukul 07.00, petugas berhasil menangkap pelaku di jalan Desa Satreyan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. Saat itu, bahkan pelaku ditemukan sedang membonceng korban.

Petugas pun langsung membawa korban dan pelaku ke Mapolres Probolinggo. Keduanya pun langsung dimintai keterangan.

“Kami lakukan pengejaran dan berhasil menangkap pelaku. Korban mengakui bahwa ia diperkosa oleh pelaku,” ujar Kasat Reskrim.

Selain mengamankan pelaku, pihak kepolisian juga mengamankan barang bukti berupa pakaian yang dikenakan korban saat kejadian. “Karena perbuatannya, pelaku kami kenakan pasal 285 KUH tentang Pemerkosaan,” tandasnya. (sid/fun)