Pasuruan Masuk Rawan Gempa, BMKG Pasang Alat Pemantau di Lumbang

PASURUAN – Potensi bencana gempa di Pasuruan, mendapatkan atensi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur. Karenanya, Kamis (18/7) BMKG akan memasang alat pemantau gempa di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan Catur Aldoko mengatakan, sensor seismograf itu akan dipasang di Desa Panditan, Kecamatan Lumbang. “Kami mendapatkan tembusan dari BMKG Jawa Timur. Mereka meminta izin untuk memasang sensor seismograf untuk memantau gempa bumi,” ujarnya.

Catur menjelaskan, pihaknya menyambut positif rencana tersebut. Sebab, potensi bencana gempa bumi di Kota Pasuruan masih tetap ada. Kondisi ini dikarenakan posisi Kota Pasuruan yang berdekatan dengan Gunung Bromo. “Letak geografis Kota Pasuruan yang dekat dengan Gunung Bromo, tetap menjadikan Kota Pasuruan rawan gempa bumi,” ujarnya.

Menurutnya, gempa bumi ini disebabkan pergerakan kerak atau lempeng bumi. Selain itu, bisa juga dikarenakan pergerakan magma di dalam gunung berapi. Sehingga, menyebabkan terjadinya letusan gunung berapi seperti Gunung Bromo, beberapa waktu lalu.

“Dengan adanya alat seismograf ini, maka bisa dilakukan deteksi gempa bumi sejak dini. Sehingga, saat terjadi pergerakan, bisa langsung menginformasikan kepada masyarakat,” ujarnya. (riz/fun)