Minta Fokus Pencegahan di 1.000 HPK

KRAKSAAN – Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari meminta pencegahan stunting dilakukan mulai dari 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Permintaan itu diungkapkan saat Pemkab Probolinggo menggelar rapat koordinasi mengenai pencegahan stunting, Selasa (16/7) siang.

Bupati yang akrab disapa Tantri itu mengatakan, kegiatan rembuk stunting dilakukan guna menyikapi pidato Presiden RI Joko Widodo. Dalam pidatonya, pembangunan 2019-2020 itu, salah satu instruksinya menyatukan langkah dan komitmen untuk menurunkan stunting.

“Di Kabupaten Probolinggo tahun 2013 sebesar 49,9 persen untuk stunting. Pada 2018 menurun sebesar 9,5 persen menjadi 39,9 persen . Karena itu, kegiatan ini sangat penting dengan harapan duduk bersama untuk memberikan perhatian dan komitmen untik menurunkan stunting. Caranya melalui sumberdaya yang ada dengan APBD maupun Dana Desa,” katanya.

Agar stunting tidak terjadi didaerahnya, pencegahan dan penanggulangan stunting difokuskan terhadap 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) bayi yang baru lahir. Itu bukan hanya dilakukan oleh Dinas Kesehatan. Tetapi, semua pihak harus ikut untuk menanggulangi.

“Kami harapkan bantuan dan komitmen camat serta kepala desa untuk bersama sama mengedukasi masyarakat demi generasi muda masa depan. Tahun kemarin, Pemerintah melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan KB telah melaunching program sertifikasi calon pengantin. Namun program ini harus dimaksimalkan dengan melibatkan Kantor Kemenag dan ormas yang lain,” tambahnya.

Ia juga menegaskan, stunting tidak selalu berkaitan dengan kemiskinan dan gizi buruk. tetapi juga dengan salah dalam pola pengasuhan anak. Karenanya, harus dilakukan pendekatan oleh Dinas Pendidikan untuk meningkatkan sumber daya manusianya (SDM).

“Saya meminta semua pihak untuk maksimal dalam mengedukasi dan menginformasikan kepada masyarakat tentang pola hidup yang baik untuk mencegah stunting,” tuturnya.

Intruksinya untuk camat dan kepala desa yaitu memastikan mencegah stunting. Dengan terprogram dan teranggarkan dalam Dana Desa serta Alokasi Dana Desa pada 2020.

“Jika semua dilakukan dengan dukungan anggaran dan komitmen yang tinggi, maka stunting bisa turun dan dicegah bersama-sama. Maksimalkan kader posyandu dan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) sehingga masyarakat bisa terlayani dengan baik,” tambahnya. (sid/fun)