Sering Diserang Burung, Petani Padi di Kota Probolinggo Merugi

PROBOLINGGO – Serangan burung membuat sejumlah petani di Kota Probolinggo mengeluh. Sebab, padi yang mestinya dipanen dan mendapatkan duit, malah “habis” dimakan burung. Syukur masih ada sisa-sisa untuk menutupi modal.

Salah seorang warga Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Dirun mengaku, bercocok tanam selama setahun ini rugi besar. Sebab, padinya diserang hama burung.

Ia mengaku mempunyai dua tempat lahan pertanian yang sama-sama ditanami padi. Namun, dua tempat yang luasnya masing-masing mencapai sekitar 400 meter persegi ini hampir gagal panen karena terserang burung. “Ya mau bagaimana lagi, namanya burung susah diusir,” ujarnya.

Karena serangan hama ini, Dirun mengaku pada musim ini rugi sekitar Rp 4 juta untuk satu tempat. Bila ditotal dengan lokasi lain, mencapai sekitar Rp 10 juta. “Biasanya ketika normal, saya mendapatkan uang Rp 10 juta dari saru tempat,” ujarnya.

Karena ulah burung, Dirun mengaku kini bingung untuk mengembalikan modalnya. Ia mengaku, sebelumnya sudah mengantisipasi serangan hama burung dengan menebar jaring di atas tanaman padi. Namun, cara ini belum mampu membuat tanamannya selamat dari serangan hama. “Saya habis sekitar Rp 1,7 juta untuk membeli jaring ini,” ujarnya.

Melihat masifnya serangan burung itu, Dirun mengaku, akan memanen padinya lebih awal. Sebab, serangan burung seakan tak bisa dihentikan. Biar masih hijau, akan saya panen lebih awal. Daripada keduluan dimakan burung,” ujarnya.

Meski mengaku rugi, Dirun mengaku masih bersyukur. Sebab, masih ada sebagian padinya yang bisa dikumpulkan. “Masih bisa mengais meski sedikit. Dari pada yang tidak dikasih jaring itu,” ujarnya menunjuk ke arah padi di sebelah sawahnya. (mg1/fun)