Diancam Digugat, Wawali Teno Tegaskan Formasi Mutasi Tetap

PASURUAN – Adanya ancaman gugatan terhadap proses mutasian di tubuh Pemkot Pasuruan oleh salah satu ASN, mendapat tanggapan dari Wawali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo. Lelaki yang menjadi Pelaksana tugas Wali Kota Pasuruan menepis tudingan bahwa mutasi tidak tertib administrasi dan janggal. Ia memastikan, mekanisme mutasi jabatan hingga pelantikan pada 16 Mei sudah sesuai dengan prosedur.

DUA KALI: Mutasi pada 29 April (atas) dan mutasi ulang pada 16 Mei. Saat mutasi yang kedua itulah, nama Khusnul Khotimah yang sebelumnya Lurah Panggungrejo, ternyata tidak ada. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Teno –panggilannya- juga membantah bahwa formasi jabatan dalam pelantikan pertama diubah dalam pelantikan ke dua. Menurutnya, tidak ada yang berubah dalam formasi jabatan di dua pelantikan itu.

“Saya rasa kemarin itu tidak ada yang berubah. Kalaupun pada pelantikan pertama itu sebagai Kasi, tentunya juga tetap sebagai Kasi. Beliau (Khusnul Khotimah, Red) dari awal memang dimutasi sebagai Kasi Sarpras Kecamatan Bugul Kidul,” tuturnya.

Memang menurut Teno, sempat beredar draf berisi nama-nama pegawai yang dimutasi di media sosial. Draf itu tersebar di media sosial pada malam sebelum pelantikan pertama digelar yaitu 29 April.

Di dalam draf tersebut, tercantum nama Khusnul Khotimah yang dimutasi sebagai Lurah Panggungrejo. Namun, menurut Teno, draf itu bukanlah draf resmi yang diusulkan Pemkot Pasuruan ke Kemendagri.

Dari mana asal draf itu, Teno mengaku tidak tahu sama sekali. Yang jelas menurutnya, di draf itu tidak ada tanda tangan dirinya.

“Jadi malam itu beredar draf yang tidak tahu berasal dari mana. Tapi dalam draf itu tidak ada tanda tangan saya. Draf itu juga tidak kami usulkan ke Kementerian,” jelasnya.

Apa yang disampaikan Teno itu sempat diutarakan saat menjawab hak interpelasi DPRD Kota Pasuruan, beberapa waktu lalu. Di hadapan DPRD Kota Pasuruan, Teno menjelaskan, beredar draf formasi mutasi di media sosial. Namun, draf itu bukanlah yang diajukan ke Kemendagri. Draf itu juga tidak ada tanda tangannya.

“Kondisinya adalah dari pelantikan pertama dan ke dua itu, saya tidak menambahi atau mengubah formasi apapun. Jadi komposisi formasi tetap,” tandasnya. (tom/hn)