Usulkan 100 Asuransi Nelayan ke Pusat, Padahal Dapat Kuota 750

PULANG MELAUT: Aktivitas nelayan di Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton. Tahun ini dari 750 kuota asuransi nelayan, masih 100 yang diajukan ke pusat. (Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BANGIL – Sampai awal Juli ini pengajuan asuransi gratis bagi nelayan masih diusulkan 100 kuota ke pusat. Dengan sisa enam bulan di tahun ini, Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan menargetkan kuota sebanyak 750, bisa terserap seluruhnya.

Alamsyah Supriadi, Kepala Bidang Kenelayanan Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan mengatakan bahwa kuota asuransi gratis bagi nelayan memang baru turun pada bulan Mei lalu. “Sehingga dari sosialiasi sampai pengajuan sementara ini masih 100 kuota yang diusulkan ke pusat,” terangnya.

Untuk tahun ini, kuota asuransi grati memang sedikit menurun dari tahun lalu. Jika tahun 2018 diberikan 1.000 kuota, namun tahun ini hanya 750 kuota. Kendati turun, Dinas Perikanan menargetkan bisa terserap seluruhnya. Ini berkaca dari tahun lalu dimana saat itu diberikan 1.000 kuota, hanya terserap 302 asuransi.

Alamasyah menambahkan, untuk pengajuan awal ini masih 100 nelayan dari Grati sampai Beji. “Jadi tersebar, yang mengajukan sudah diusulkan ke kelompok nelayan diteruskan ke Dinas Perikanan baru dirikim ke pusat,” beber Alamsyah.

Untuk tahun ini, Dinas Perikanan optimistis kuota bisa terserap seluruhnya. Sebab tahun ini tidak hanya bagi nelayan yang belum pernah mendapatkan kuota asuransi gratis. “Untuk tahun ini yang sebelumnya sudah pernah dapat boleh mengajukan kembali, namun tetap kita utamakan yang belum dulu,” ujarnya. Sedangkan syarat lainnya, nelayan tetap wajib memiliki kartu kusuka dari KKP.

Nelayan termasuk pekerjaan yang berisiko tinggi. Sehingga dengan adanya asuransi nelayan, maka ada perlindungan ketika kecelakaan saat bekerja. Bahkan ketika ada nelayan yang meninggal dunia, ada santunan yang diberikan. (eka/fun)