Polisi Periksa Ibu yang Bayinya Tenggelam di Kolam Ikan

BANGIL – Insiden meninggalnya Muhammad Hamiz Abdullah, bayi yang masih berusia 8 bulan di Bangil, hingga kini masih diselidiki pihak kepolisian. Penyelidikan yang dilakukan polisi untuk mengetahui, apakah penyebab kematian korban murni kelalaian atau masih ada faktor lain.

Kapolsek Bangil, Kompol M. Iskhak mengatakan bahwa kasus meninggalnya Muhammad Hamiz Abdullah, di kolam ikan di rumahnya di daerah Lumpang Bolong, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, masih didalaminya. “Kami masih menyelidiki terus terkait kasus tersebut. Apakah ada unsur pidana dalam kematian korban,” terangnya.

Menurut Iskhak, kendati korban adalah anak sendiri, kepolisian perlu untuk melakukan lidik kasus ini. Ini lantaran ada korban yang sampai meninggal dunia. Dari hasil lidik sementara, saat kejadian memang tidak ada orang lain. Korban hanya berdua dengan ibundanya yakni Hanna Fitrasani, 25, yang diduga saat itu ketiduran.

“Jadi yang perlu kami selidiki selain apakah ada unsur pidana, juga kejadian tersebut secara hukum, ini kelalaian siapa meskipun korban adalah anak sendiri,” terangnya. Sampai kemarin, Polsek Bangil sudah meminta keterangan dari ibunda korban.

Peristiwa nahas ini terjadi memang sempat menggegerkan warga Lumpang Bolong. Kejadian sendiri pada hari Jumat lalu (12/7) pada pukul 13.00 di Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil. Kejadian bermula saat Hanna Fitrasani awalnya nonton televisi sambil tiduran bersama anaknya, Muhammad Hamiz Abdullah yang masih berusia 8 bulan.

Namun ibundanya sempat ketiduran beberapa menit. Saat terbangun, anaknya sudah tidak ada. Setelah dicari, anaknya ternyata sudah dalam keadaan tengkurap dan berada di kolam ikan yang lokasinya dekat dapur. Ironisnya, hari tersebut bertepatan dengan rencana tasyakuran korban yang sudah bisa merangkak. (eka/fun)