Pedagang dari Luar Daerah Berburu Hewan Kurban di Pasar Jrebeng

PROBOLINGGO – Meskipun Idul Adha masih 1 bulan lagi, pedagang ternak mulai datang ke pasar ternak Jrebeng Kidul untuk mencari hewan kurban. Terutama untuk mencari sapi potong yang akan dijual kembali di sejumlah kota besar.

Beberapa pedagang ternak yang ditemui Jawa Pos Radar Bromo mengaku, mereka sengaja datang ke Jawa Timur karena merupakan salah satu sentra ternak sapi potong. “Kami mencari ke Jawa Timur karena disini sentranya. Range harga yang kami cari kisaran Rp 8-15 Juta per ekor,” ujar Rahmadi, 40, pedagang sapi dari Tasikmalaya.

Sapi tersebut rencananya akan dipasarkan di Jakarta untuk hewan kurban. Rahmadi tidak menual langsung kepada konsumen. Dia menjualnya kepada pedagang kurban yang ada di Jakarta.

“Saya ini semacam distributor. Di jakarta ada yang menjual lagi. Sapi-sapi ini dijual dengan harga mulai Rp 10-18 Juta per ekornya, tergantung ukuran,” tambahnya.

Rahmad menjelaskan, tidak ada sapi khusus yang dipasarkannya. Kecuali ada permintaan dari pedagang sapi di jakarta, dia akan emncarikan. “Tahun lalu ada yang minta sapi limousine saya carikan. Dapat di pasar ternak di Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Jika dibandingkan dengan harga ternak kurban, Rahmadi menilai biasa ada kenaikan terutama jelang Idul Adha. Kenaikan ini karena baik peternak mau pun pedagang yang menjual di pasar ternak ingin mendapatkan keuntungan.

“Tapi kenaikannya harus yang wajar. Kalau ugal-ugalan ya ndak saya beli meskipun sapinya bagus,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Satimin,45, pedagang sapi asal Boyolali ini datang ke Probolinggo untuk mencari hewan kurban. Hewan kurban ini untuk dijual di Bandung dan Jakarta.

“Di Jawa Timur harga sapinya relatif murah. Cuma ya jaraknya jauh saja dari Jakarta dan Bandung untuk mengirim ternaknya,” ujarnya.

Satimin mengungkapkan bahwa dari beberapa tawar menawar yang dilakukan dengan pedagang, harga ternak ada kenaikan. Namun kenaikan ini terbilang wajar karena mendekati Idul Adha.

“Naiknya masih bisa ditolerir. Ada kisaran Rp 500 ribu-Rp 1 juta per ekor sapi. Kalau naiknya lebih dari itu, saya tawar. Kalau ndak bisa cari yang lain,” ujarnya.

Satimin mencari ternak sapi dengan kisaran harga Rp 10 juta sampai Rp 15 juta. Kepada pedagang di Jakarta dan Bandung, dia menaikkan harga lebih tinggi. “Biasanya 25-30 persen lebih tinggi saya jual. Kan selain untuk keuntungan juga biaya transportasi ek jakarta dan bandung,” jelasnya. (put/fun)