Ini Total Medali Emas yang Diraih Atlet Probolinggo di Porprov VI 2019

RAIH EMAS: Nurul Huda, atlet catur Kota Probolinggo yang meraih emas di Porprov VI Jatim 2019. Dia meraih dua emas di catur perorangan klasik dan catur cepat. (Mukhamad Rosyidi/Radar Bromo)

Related Post

PROBOLINGGO – Di tengah penurunan performa kontingen Kota dan Kabupaten Probolinggo di Porprov Jatim VI, masih ada sejumlah atlet yang mengukir prestasi. Total ada empat atlet asal Probolinggo yang meraih emas dalam porprov kali ini.

BERKAT DOA-LATIHAN: Erfin Nofitarini, atlet peraih emas dari cabor Muaythai di kelas 51 kg putri dari Kabupaten Probolinggo itu mengatakan, kunci kesuksesannya terletak pada dukungan dan doa dari keluarga. (Dok. Radar Bromo)

Untuk Kota Probolinggo, dari 124 atlet yang dikirimkan, hanya satu yang berhasil meraih emas. Yakni atas nama Muhammad Nurul Huda dari cabor catur.

Tak tanggung-tanggung Nurul Huda berhasil memborong dua emas untuk Kota Probolinggo. Yakni dari nomor perorangan catur cepat dan perorangan catur klasik atau standar.

Menurutnya, hasil yang dicapainya di porprov kali ini tak lepas dari kerja kerasnya. Kunci suksesnya ialah konsentrasi di tiap laga. “Jadi, memang tidak ada hasil yang mengkhianati proses. Karena latihan itu saya bisa meraih dua medali emas untuk Kota probolinggo,” ujar Nurul Huda.

Sementara Erfin Nofitarini. Atlet peraih emas dari cabor Muaythai di kelas 51 kg putri dari Kabupaten Probolinggo itu mengatakan, kunci kesuksesannya terletak pada dukungan dan doa dari keluarga.

Bukan hanya keluarga, peran pelatih juga sangat penting baginya. “Karena pelatih lah yang selalu mengobrak-obrak kami para atlet untuk berlatih keras dan disiplin. Meskipun kami sering mengeluh, mereka tetap sabar untuk melatih dan merekalah yang menyemangati. Karena itu kami para atlet tetap disiplin latihan tiap hari,” tandasnya.

Rekan sejawatnya dalam muaythai, Khoirul Amatudzil Izzanabila juga mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya, latihan terus meneruslah yang membuatnya bisa meraih medali emas.

Menurutnya, semua atlet memang dituntut untuk berlatih. Tetapi, urusan pemenang hanya yang paling berani saja yang bisa.

“Tentunya uga berkat motivasi tambahan dengan kehadiran bapak ketua KONI menyaksikan dan mensupport saya dibawah ring. Sehingga, saya lebih semangat. Juga berkat harapan besar untuk menyumbang dan mengharumkan probolinggo menjadi motivasi,” ungkapnya.

Sementara Tri Yulia Listyawati yang meraih emas dari cabor anggar juga menyebut, emas yang didapat dari hasil kerja kerasnya. “Main enjoy, gak mikir beban. Itu kuncinya,” jelasnya sambil tersenyum.

Ia berharap, torehan prestasi di porprov ini bisa terus berlanjut. “Kedepan, berharap bisa lebih bagus lagi. Persoalan juara, pasti mengikuti kerja keras saat latihan,” ujarnya. (sid/mie)