Genjot Tarif Sewa Ruko Terminal Pandaan

PANDAAN – Ruko Terminal Pandaan yang menjadi dikelola dan menjadi aset Pemkab Pasuruan sejak 2012 lalu, ditargetkan bisa menyumbang pendapatan asli daerah (PAD). Target itu dibebankan dari sewa ruko dengan Rp 1 miliar.

Kenyataannya, hingga sekarang, target PAD nya belum terpenuhi. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan selaku pengelola, sejauh ini masih menggenjot agar tarif sewa bisa terpenuhi.

“PAD nya yang didapat hingga sekarang, masih kurang separo dari target yang dipatok. Capaiannya masih mendapat sekitar Rp 500 juta. Mestinya harus Rp 1 miliar atau kurang separuhnya,” kata kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan Edy Suwanto, saat dihubungi Jawa Pos Radar Bromo via telepon (11/7).

Agar target PAD nya terpenuhi, instansinya secara aktif menurunkan tim ke lapangan di setiap bulannya. Tim ini bertugas melakukan penagihan pembayaran sewa, ke masing-masing ruko yang hingga sekarang masih ditempati.

Sejauh ini, dari total 75 ruko yang ada. Hanya separonya saja yang ditempati dan operasional. Sisanya kosong atau mangkrak. “Memang tak mudah, tapi inilah cara yang bisa kami lakukan dan menempuhnya di lapangan,” tuturnya.

Disinggung untuk rencana perbaikan atau realisasinya kios, pihaknya belum bisa bicara banyak atau muluk-muluk. Ini juga karena keterbatasan anggaran dan biayanya tak sedikit.

“Untuk perbaikan atau revitalisasi, sepertinya belum dan masih jauh untuk realisasinya. Fokus kami perbaiki akses jalannya dulu dengan pavingisasi, tahun kemarin dan berlanjut sekarang,” cetusnya. (zal/fun)