Cabai Rawit Mahal, Konsumen Beralih ke Cabai Kering India

PROBOLINGGO – Mahalnya harga cabai rawit lokal berdampak pada permintaan harga cabai rawit kering dari India. Permintaan cabai rawit kering ini laris dalam 2 minggu terakhir.

Hal ini diungkapkan Nur Hasanah, 60, pedagang di Pasar Baru Kota Probolinggo. Menurutnya cabai kering India sudah lama dia jual. “Tapi sejak harga cabai rawit naik, cabai rawit kering dari india ini malah laris,” ujarnya.

Warga Kelurahan kebonsari Kulon ini menjelaskan bahwa biasanya 1 kantong plastik berisi 10 kg cabai kering dari India, bisa habis dalam 1-2 minggu. Namun saat ini bisa habis dalam 2 hari saja. “Saya jual per 1 kg itu Rp 45 ribu per kg. Jauh lebih murah daripada cabai rawit lokal yang sekarang Rp 60 ribu per kg,” jelasnya.

Kebanyakan pembeli cabai rawit India nerupakan pedagang makanan seprti bakso, cilok yang biasanya membutuhkan cabai rawit. “Kalau harga cabai rawit normal, cabai India ini cuma sebagai bahan tambahan saja. Sebagian besar pakai cabai rawit lokal. Tapi karena sekarang cabai rawit biasa mahal, makanya pedagang makanan lebih banyak beli cabai ini, cabai rawit biasa buat tambahannya,” tambahnya.

Sementara itu Sutarmin,40, salah satu pedagang bakso yang ditemui harian ini mengaku lebih memilih menambah cabai India selama cabai rawit mahal. Harganya lebih murah dan rasanya lebih pedas.

“Cabai rawit yang biasa tetap pakai, tapi Cuma sedikit. Paling hanya seperempat kilogram untuk bahan sambal selama 3 hari. Biasanya kalau pas murah pakai setengah kilogram cabai rawit biasa. Ditambah seperempat kilogram dari cabai India ini,” ujarnya.

Sutarmin memahami mahalnya harga cabai rawit ini tidak lepas karena stok cabai rawit di petani berkurang. Sehingga sebagai konsumen memilih menyiasati penggunaan bahan baku. “Kalau dihilangkan sambal buat bakso, ya ndak bisa. Bisa lari itu konsumen,” ujarnya.

Sementara itu di pasar Wonoasih sempat ada beberapa pedagang yang menjual cabai rawit kering dari India. Namun saat ini sudah tidak tersedia.

“Kapan hari memang ada yang jual cabai kering dari India. Peminatnya yang banyak itu pedagang bakso. Tapi kalau sekarang sudah tidak ada yang jual,” ujar M. Arif Billah, kepala UPT Pasar Wonoasih. (put/fun)