Uji Coba, Persekap Dipermalukan Sinar Harapan FC 0-2

TUMBANG: Striker Persekap Andika (11, hijau) berusaha mempertahankan bola dari hadapan defender Sinar Harapan FC. Dalam laga uji coba itu, Persekap menyerah 0-2. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN – Skuadra Persekap harus banyak berbenah jelang digulirkannya Liga 3 musim ini. Banyak celah yang terlihat saat Bayu Handika cs melakoni pertandingan uji coba melawan tim Sinar Harapan FC, Jumat (12/7).

Bertanding di hadapan pendukungnya sendiri, Laskar Untung Suropati –julukan Persekap- justru keok lawan tim tamu. Skornya pun telak, 0-2.

Di awal pertandingan, kedua tim saling jual beli serangan. Namun, ritme pertandingan terkesan begitu lambat. Di menit ke 11, wasit mengganjar Persekap dengan tendangan bebas.

Sayangnya, tendangan yang dilepas striker Andika belum mampu mengubah skor. Bola melesat terkena sudut tiang gawang. Asyik menyerang, Persekap justru kebobolan di menit ke 37. Skor 0-1 pun jadi hasil turun minum.

Di babak kedua, Persekap tampil dengan formasi 4-2-3-1. Di menit ke 63, pemain depan Sinar Harapan FC tertangkap melakukan handsball di kotak penalti. Wasit kemudian menghadiahi Persekap dengan tendangan penalti.

Andika tampil sebagai eksekutor. Pemain nomor punggung 11 itu melepaskan bola ke sudut kiri gawang. Sayangnya, peluang menyamakan kedudukan gagal diraih. Bola berhasil ditepis kiper Sinar Harapan FC.

Alih-alih menyamakan kedudukan, Persekap malah kembali kebobolan di menit ke 79 oleh tim asal Sidoarjo itu. Pertandingan pun berakhir dengan skor 0-2.

Pelatih Persekap Aris Budi Prasetyo mengakui jika permainan anak asuhnya tak memuaskan. Dari hasil pertandingan uji coba itu pula, Persekap perlu dievaluasi total.

“Perlu evaluasi total di semua lini. Pemain kami sering kali kedodoran. Padahal, kami sudah beberapa kali ganti pemain. Memang faktor latihan fisik yang kurang dibiasakan,” ujarnya

Selain itu, kata Aris, frekuensi latihan yang dijalani pemain juga cukup minim. Tiga kali latihan yang digelar dalam sepekan selama ini, masih perlu ditingkatkan.

“Frekuensi latihan akan ditambah. Begitu juga dengan taktik terus dimatangkan. Kemarin hanya saya beri materi defending dan skema build-up saja. Anak-anak belum terbiasa dengan itu. Saya lihat teamwork juga belum jalan,” bebernya. (tom/mie)