Sudah Diterima, Banyak Siswa Baru di Kota Probolinggo Ingin Pindah

MAYANGAN – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur reguler di Kota Probolinggo, telah selesai. Namun, masih ada sejumlah orang tua yang tidak puas dengan hasil proses PPDB. Bahkan, banyak yang ingin memindahkan anaknya ke sekolah yang diinginkan.

Namun, mereka tak langsung memindahkannya. Melainkan masih berkonsultasi ke Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Probolinggo. “Anak saya sudah diterima, tapi dia tidak mau di sekolah itu. Dia mau masuk ke sekolah yang lain,” ujar salah seorang ibu yang namanya enggan disebutkan di kantor Disdikpora, Jumat (12/7).

Perempuan ini pun mengaku bingung menghadapi anaknya. Sebab, dia enggan bersekolah di tempatnya mendaftar sesuai zonasi, meski sudah dinyatakan diterima. “Saya sudah memberi pengertian, tapi dia tidak mau di sekolah yang menerimanya sekarang. Makanya saya bingung kalau tetap di sana, malah ndak mau sekolah,” ujarnya.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, Selasa (9/7) lalu, cukup banyak wali murid yang melakukan konsultasi ke Disdikpora. Tujuan mereka sama. Hendak memindahkan putra-putrinya ke sekolah yang diinginkan anak-anaknya. Ada yang diterima di tingkat SD dan di tingkat SMP.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Kota Probolinggo Budi Wahyu Rianto mengatakan, banyaknya orang tua yang ingin memindahkan anaknya ke sekolah lain. Padahal, mereka sudah diterima di sekolah tempat mereka awal mendaftar.

“Ada berbagai macam alasan ingin memindahkan sekolah. Seperti, karena jarak dan anaknya yang tidak mau di sekolah yang sudah menerimanya. Kami memberi pengertian kepada wali murid, bahwa sistem PPDB ini sudah melalui mekanisme yang dilakukan dalam aplikasi PPDB,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tahapan PPDB 2019 di Kota Probolinggo memasuki tahap pemenuhan pagu bagi sekolah yang pagunya belum terpenuhi. Tahapan pemenuhan pagu ini dilakukan sampai sebelum dimulainya tahun ajaran baru pada 15 Juli 2019.

Di Kota Probolinggo, ada sembilan SDN di lingkungan perkotaan yang pagunya belum terpenuhi. Yakni, SDN Sukabumi 6, SDN Sukabumi 7, SDN Jati 1, SDN Mangunharjo 4, SDN Wiroborang 4, SDN Mayangan 4. Lalu, SDN Kebonsari Wetan 1, SDN Kebonsari Wetan 3, dan SDN Kebonsari Kulon 6. Kini, sembilan sekolah ini masih membuka pendaftaran siswa baru tanpa menggunakan zonasi. (put/rud)