Rp 2,5 Miliar BOSDA PAUD di Kota Pasuruan Dicairkan

PANGGUNGREJO – Keinginan sejumlah lembaga PAUD di Kota Pasuruan agar Bantuan Operasional Daerah (BOSDA) dicairkan, terwujud. Jumat (12/7), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Pasuruan mencairkan BOSDA semester I untuk sejumlah lembaga.

Kasubbag Penyusunan Program pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Pasuruan Sutrisno mengungkapkan, P dan K telah mencairkan BOSDA bagi 218 lembaga PAUD di Kota Pasuruan. Total anggaran yang dicairkan Rp 2.598.900.000 untuk Januari-Juli.

“Usai dilakukan tahap verifikasi pada sejumlah lembaga PAUD, akhirnya BOSDA bisa kami cairkan hari ini (Jumat (12/7), Red). Ada 213 lembaga yang menerima BOSDA tahun ini,” ungkapnya.

Tris -sapaan akrabnya- menjelaskan, alokasi BOSDA yang diberikan untuk setiap PAUD berbeda-beda. Bergantung pada jumlah siswa yang dimiliki. Setiap lembaga mendapatkan alokasi Rp 120.000 per tahun untuk setiap siswa.

Menurutnya, lembaga PAUD yang ingin mendapatkan BOSDA harus memenuhi sejumlah persyaratan. Di antaranya, lembaga sudah terdaftar secara hukum minimal satu tahun dan memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

BOSDA itu sendiri harus dialokasikan untuk kegiatan pembelajaran dan bermain. Seperti penyediaan bahan bermain dan belajar, kegiatan pendukung seperti penyediaan buku administrasi dan kotak P3K. Serta, kegiatan lainnya seperti perawatan sarana dan penyediaan fasilitas internet.

“Lembaga PAUD harus menggunakan BOSDA ini untuk menunjang pembelajaran dan kegiatan bermain bagi siswa PAUD. Tidak boleh digunakan untuk lainnya,” terang Tris. (riz/hn)