Nyambi Jadi Kurir SS, Pekerja Proyek Ditangkap

BANGIL – Demi menambah pendapatan, Achmad Chabibulloh, 30, juga memilih pekerjaan sambilan. Namun, usaha sampingan yang dijalaninya bertentangan dengan UU.

Akibatnya, runyam. Bukannya tambahan pendapatan yang didapat. Yang ada, ia harus berurusan dengan pihak kepolisian. Pemuda asal Ngerong, Kecamatan Gempol, ini pun harus dijebloskan ke tahanan.

Ia ditahan sejak Minggu (7/7) malam. Penahanan tersebut dilakukan polisi lantaran tersangka menjadi kurir narkoba jenis sabu-sabu. KBO Satreskoba Polres Pasuruan Iptu Agus Purnomo menyampaikan, tersangka ditangkap saat berada di rumahnya. Ketika itu ia baru saja menerima pesanan barang dari pelanggannya.

“Tersangka sudah beberapa bulan terakhir menjadi kurir sabu-sabu. Kami menangkapnya ketika ia baru saja menjalankan transaksi,” ungkap Agus.

Menurut Agus, penangkapan itu bermula dari informasi yang didapatkan anggotanya. Yakni, tersangka memang sering menjadi kurir sabu-sabu.

Berangkat dari informasi itulah, petugas bergerak melakukan penelusuran hingga akhirnya tersangka berhasil diciduk. “Kami menangkapnya sekitar pukul 20.00. Tidak ada perlawanan. Ia hanya pasrah saat kami gelandang,” imbuhnya.

Dari penangkapan tersebut, sejumlah barang bukti berhasil disita. Selain satu kantong sabu-sabu berisi 0,25 gram, petugas juga mengamankan satu pipet kaca berisi sabu-sabu seberat 1,91 gram serta sebuah handphone.

Menurutnya, tersangka nekat menjadi kurir sabu-sabu untuk menambah penghasilan. Selain juga untuk bisa menikmati sabu-sabu secara gratis. “Dia bekerja proyekan. Untuk menambah penghasilan, ia memilih jadi kurir,” jelasnya.

Karena perbuatannya itu, tersangka dijerat pasal 114 jo pasal 112 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ia pun terancam hukuman 10 tahun penjara. (one/mie)