Main di GOR Mastrip, Empat Pelajar Ditodong Celurit, Duit-HP Amblas

KEDOPOK – GOR Mastrip Kota Probolinggo, tak aman lagi. Empat pelajar yang sedang main di halaman GOR, dirampok oleh dua lelaki tak dikenal, Selasa (9/7). Mereka bahkan mengancam keempat pelajar itu dengan celurit.

LAPOR POLISI: Korban Arif saat melapor ke Polsek Wonoasih. (Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)

Keempatnya adalah Arif, 17; Aldi, 17; Rio, 17; dan Aris, 16. Mereka semua warga Desa Muneng, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.

Takut dengan ancaman pelaku, keempat korban pun menyerahkan uang yang diminta pelaku. Totalnya mencapai Rp 145 ribu. Dua di antara empat korban, juga menyerahkan dua HP yang diminta pelaku. Yaitu, Samsung J2 Prime dan Vivo.

Perampokan itu bermula saat keempat korban bersepeda di halaman belakang GOR Mastrip, Jalan Mastrip, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Saat itu pukul 13.00. Arif bercerita, dia sedang bermain dengan ketiga temannya. Aldi, Rio, dan Aris.

Tiba-tiba, datang dua lelaki tak dikenal ke arah mereka.  Keduanya berboncengan menggunakan motor Honda Beat warna merah putih. Salah satu dari pelaku, lantas bertanya.

“Kamu anak mana? Adik saya dipukul sama anak Pohsangit,” tutur Arif menirukan pertanyaan pelaku.

Arif pun menjawab, mereka berasal dari Muneng. Namun, jawaban Arif tidak membuat kedua pelaku pergi. Seorang pelaku malah mengeluarkan celurit dan mengalungkan celurit itu ke leher Arif.

Sambil mengancam, pelaku meminta sejumlah barang dari Arif dan teman-temannya. “Awalnya minta rokok, habis itu minta uang sama handphone,” ucapnya.

Awalnya, Arif tidak memberikan rokok yang diminta pelaku. Sebab, rokok yang dibawanya tinggal tiga batang. Pelaku lantas mengeluarkan celurit dari balik jaketnya sambil minta uang.

Merasa terancam, keempat korban menyerahkan uang pada kedua pelaku. Totalnya Rp 145 ribu. Dari Aldi Rp 5 ribu, Aris menyerahkan Rp 20 ribu, Rio memberikan Rp 40 ribu, dan Arif mengeluarkan uang Rp 80 ribu.

Namun, tidak hanya itu. Pelaku lantas minta HP dari keempat korban. Arif dan Aldi pun langsung menyerahkan HP yang mereka bawa. Yaitu, Samsung J2 Prime milik Arif dan Vivo milik Aldi.

Masih tidak cukup. Pelaku lantas meminta Arif menyerahkan kunci motornya. Arif pun menolak. Sekali lagi, pelaku mengancam Arif dengan celurit. Bahkan, celurit itu diarahkan ke perut Arif sambil mengancam akan menebas perut korban.

Mendapat ancaman seperti itu, Arif pun langsung menyerahkan kunci motornya. Begitu mendapat kunci motor korbannya, kedua pelaku langsung kabur melewati jalan sebelah barat di GOR.

Saat itulah, Arif berteriak maling. “Maling, maling. Itu yang pakai motor warna putih merah,” teriaknya.

Teriakan Arif terdengar Hamid, salah satu penjaga keamanan malam di GOR Mastrip. Namun, Hamid mengaku tidak begitu paham. Sebab, Hamid ada di bagian depan GOR. Sementara Arif berteriak dari bagian belakang GOR sambil lari. Pelaku pun saat itu posisinya belum sampai di depan GOR. Hamid baru paham, saat pelaku sampai di pintu gerbang GOR.

“Saya mendengar teriakan adik itu. Tapi, saya tidak tahu yang mana yang diteriaki maling. Cuma memang ada dua orang yang naik motor dan memegang celurit yang diangkat,” ucap Hamid.

Andai saja paham, menurut Hamid, bisa saja pintu gerbang GOR ditutup. Sehingga, pelaku tidak bisa kabur.

Hamid sendiri menyebut, peristiwa seperti itu bukan hanya terjadi sekali di GOR. Namun, sudah beberapa kali. Biasanya, yang terjadi yaitu ada pelaku yang uang dengan modus kekerasan.

Arif sendiri langsung melaporkan peristiwa yang menimpa dirinya ke Polsek Wonoasih, Selasa (9/7). Dia melapor  bersama teman-temannya.

Seorang penyidik  Polsek Wonoasih yang enggan disebut namanya membenarkan laporan yang dilakukan Arif. Menurutnya, korban melapor bersama teman dan keluarganya ke Mapolsek, Selasa (9). Laporan dilakukan pukul 13.15 – 15.15.

Saat itu juga petugas menurutnya langsung melakukan olah TKP ke GOR Mastrip. Dan Jumat (12/7), Arif kembali datang ke Mapolsek ditemani kakaknya, Muhamad Ismail untuk memberikan keterangan lebih lanjut. (mg/hn)