Kementerian Tolak Pengajuan Lahan Parkir Seruni Point

CARI LAHAN BARU: Sejumlah warga berwisata ke Seruni Point. Kini, Pemkab Probolinggo mencari lahan baru untuk dijadikan tempat parkir kendaraan wisatawan. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

SUKAPURA – Rencana lahan parkir wisata di Puncak Seruni Point yang diajukan Pemkab Probolinggo ke Kementerian Perumahan dan Permukiman, ditolak. Lahan yang berada di sekitar Puncak Seruni Point ini dinilai terlalu curam. Karenanya, kini Pemkab berusaha mencari lahan lain.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Probolinggo Prijono mengakui, sempat menemukan lahan untuk rencana tempat parkir wisata di Puncak Seruni Point. Lahan ini langsung diajukan ke Kementerian. Sebab, nantinya pembangunan lahan parkir itu akan dilakukan Pemerintah Pusat.

“Tahap awal kami sudah ada lahan. Kami langsung mengajukan lahan itu, tapi ternyata Kementerian kurang cocok. Alasannya, lahannya terlalu curam,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bromo, Jumat (12/7).

Menurut Prijono, penolakan Kementerian itu tidak masalah. Sebab, pihaknya belum melakukan pembebasan lahan. Karenanya, kini masih mencari lahan lain yang akan kembali diajukan ke Kementerian. “Sekarang masih tahap mencarikan lahan lain. Tentunya lahannya yang lebih datar. Karena Kementerian tidak mau kalau lahannya terlalu curam,” ujarnya.

Lahan parkir di Puncak Seruni Point ini direncanakan dikonsep landscape. Sehingga, wisatawan yang berusia lanjut tidak perlu naik ke Puncak Seruni Point dengan 256 anak tangga untuk melihat keindahan kawasan Gunung Bromo. Mereka cukup melihat dari lahan parkir. “Tapi, semua itu bisa berubah dan tunggu pembebasan lahan dulu,” ujar Prijono. (mas/rud)