Kalah di Final Porprov, Pelatih Tinju Kab Probolinggo Soroti Penilaian Juri

TUBAN – Meloloskan dua atlet di final, namun cabang olahraga tinju gagal menyumbang medali emas dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VI tahun ini. Hanya dua perak yang berhasil diraih.

Itu, setelah dua petinju andalan Kabupaten Probolinggo sama-sama kalah di babak final. Ferdi Agus Wiyantoro yang turun di kelas 56 kg dan M Faisol yang turun di kelas 60 kg, sama-sama kalah dari atlet asal Malang.

Ja’far Sodik, pelatih tinju Kabupaten Pobolinggo mengatakan, Porprov ini pihaknya tidak bisa memenuhi target. “Kami gagal menyumbangkan emas untuk Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.

Ferdi kalah dengan skor 1-2 atas atlet Kota Malang, Yufran Banamtuan. Di ronde pertama, Ferdi kalah dengan skor 8-9. Sempat bangkit dengan merebut set kedua dengan skor 9-8. Namun, di ronde terakhir, Ferdi kalah angka 8-9.

Soal hasil Ferdi, Ja’far tak mempermasalahkannya. Ia hanya menyoroti penilaian dalam laga final kelas 60 kg. M Faisol menurutnya layak menang di laga final saat melawan Abdur Rouf yang juga dari Malang.

Menurut Ja’far, atletnya sejatinya lebih mendominasi ketimbang lawan. “Yang menang itu (seharusnya) Faisol, dari hitungakan kami seperti itu. Tetapi, malah lawannya yang dimenangkan,” keluh Ja’far.

Versi hitungan Pertina Kabupaten Probolinggo, di set pertama, Faisol unggul 9-8. Lalu kalah 7-9 di set kedua. Tetapi, di set terakhir berhasil unggul 9-8.

Namun, hasil hitungan juri berkata lain. Faisol unggul 9-8. Lalu kalah 7-9 di set kedua. Dan, di set terakhir kalah 8-9. Dengan begitu Faisol kalah 1-2.

“Kejadian seperti yang kami alami, sebenarnya sempat terjadi antara Kota Malang dengan Ngawi. Ngawi seharusnya menang, kemudian dinyatakan kalah,” kritiknya. (sid/mie)