Jengkel Terus Dimintai Uang, Bapak asal Sukorejo Ini Bacok Anak

SUKOREJO – Menyesal. Itulah yang ada di benak Danu, 60, setelah membacok anak kandungnya, Toni Irwanto, 35, Rabu (10/7). Apalagi melihat anaknya terluka bersimbah darah.

Pelaku baru pulang ke rumahnya Dusun Ngemplak, Desa Tanjungarum, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Kamis (11/7). Dan Jumat (12/07), petugas Buser Polsek Sukorejo yang sudah memburunya, akhirnya mengamankan pelaku ke Mapolsek untuk dimintai pertanggungjawaban.

Pembacokan itu sendiri bermula saat korban Toni mendatangi toko kelontong milik pelaku, juga di Dusun Ngemplak. Saat itu pukul 14.00. Korban tiba-tiba datang dalam keadaan mabuk berat. Dia lantas minta uang pada pelaku.

Pelaku pun menuruti permintaan korban. Dia memberikan sejumlah uang. Namun, uang pemberian pelaku dinilai terlalu sedikit oleh korban. Korban pun ngamuk. Dia mengomeli pelaku karena tidak puas.

Saat itulah, pelaku naik pitam. Kemudian, secara spontan pelaku mengambil sebilah sabit yang ada di toko kelontongnya. Tepat di depan toko kelontongnya, pelaku menyabetkan sabit pada korban dan mengenai kepala dan jari tangan kiri korban.

Kena sabetan sabit, korban langsung ambruk. Dari kepala dan jari tangan kirinya mengucur darah. Melihat anaknya terluka, pelaku langsung menyesal.

Dia pun meninggalkan sabit di tokonya, lantas pergi dari tempat itu. Tujuannya satu, mencari utangan untuk membiayai pengobatan anaknya.

Adapun korban yang tergeletak, langsung ditangani oleh keluarga dan tetangga. Mereka langsung membawa korban ke IGD RS Sahabat di Dewa Suwayuwo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.

Rabu malam, baru keluarga melaporkan pembacokan itu ke Mapolsek Sukorejo. Petugas Buser Polsek Sukorejo pun langsung mencari pelaku.  Jumat (12/7), pelaku berhasil diamankan saat pulang ke rumahnya.

Kapolsek Sukorejo AKP Supriadi membenarkan peristiwa pembacokan itu. “Korban atau anaknya mendatangi bapak kandungnya atau terlapor dalam posisi mabuk berat. Korban minta uang. Setelah dikasih, merasa kurang. Jadi korban marah-marah. Akhirnya terlapor langsung mengambil sabit dan membacokkan ke korban. Mengenai kepala dan jari tangan sebelah kiri,” jelas Kapolsek.

Pihaknya pun sudah mengamankan pelaku yaitu Danu, 60, yang tak lain ayah korban. Pelaku diamankan di rumahnya usai salat Jumat, (12/7), sekitar pukul 14.00. Dia langsung dibawa ke Mapolsek untuk dimintai keterangan.

Sedangkan sabit yang digunakan menyabet korban, diamankan petugas sebagai barang bukti. Oleh pelaku, sabit itu ditinggalkan di lokasi kejadian. (zal/hn)