Eks Kantor Perizinan Pemkab Probolinggo Dilirik Jadi Kantor Imigrasi

SEGERA DIFUNGSIKAN: Bekas kantor Dinas Perizinan Kabupaten Probolinggo yang lama tidak difungsikan. Gedung ini disebut layak menjadi kantor Imigrasi Kelas III. (Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

DRINGU – Bekas kantor Perizinan Pemkab Probolinggo di Dekat Pasar Bawang, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, sudah lama tidak difungsikan. Karenanya, Pemkab Probolinggo berencana menfungsikannya. Namun, bukan untuk kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Melainkan menjadi kantor Imigrasi Kelas III.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) Kabupaten Probolinggo Hadi Prayitno mengatakan, rencana untuk menarik pelayanan keimigrasian di Kabupaten Probolinggo, semakin dekat. Tim survei dari Dirjen Imigrasi Kemenkum-HAM telah melakukan survei ke lapangan.

Bahkan, mereka tertarik menjadikan eks kantor perizinan sebagai kantor Imigrasi Kelas III. “Waktu tim dari Dirjen Imigrasi survei, menilai kantor di Gedung MPP (Mal Pelayanan Publik) sudah layak untuk pelayanan keimigrasian (UKK). Ternyata, waktu survei ke eks kantor perizinan, mereka menilai (kantor eks perizinan) sangat layak untuk jadi kantor Imigrasi Kelas III, bukan cuma UKK,” katanya.

Hadi menjelaskan, gedung eks kantor perizinan itu awalnya direncanakan menjadi tempat server dan percetakan paspor. Untuk pelayanan paspor dan keimigrasian, tetap di gedung MPP. Namun, ternyata eks kantor perizinan itu dinyatakan layak sebagai kantor Imigrasi Kelas III. “Jika memang nanti jadi kantor Imigrasi Kelas III, pelayanan terhadap masyarakat tetap di gedung MPP. Kami masih menunggu petunjuk dari Ibu Bupati,” ujarnya.

Hadi menjelaskan, eks kantor perizinan yang berdempetan dengan Pasar Bawangn, itu sudah lama tidak terpakai. Dulu setelah kantor perizinan pindah ke eks kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD), bekas kantor perizinan dijadikan kantor Dinas Koperasi.

Namun, sekitar 3 bulan kemudian, Dinas Koperasi pindah ke Gedung Joyolelono eks kantor DPRD Kabupaten Probolinggo. Sehingga, kini bekas kantor perizinan itu kembali kosong. “Secara fisik sudah layak, tinggal pemeliharaan ringan saja karena lama tidak ditempati,” ujar Hadi. (mas/rud)