Cegah Penyelewengan, Inspektorat Audit 48 Desa di Kab Probolinggo

MULUS: Perangkat Desa Dawuhan, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Alwi melintas di Dusun Krajan. Jalan ini lebih nyaman dilintasi setelah tahun kemarin diaspal. (Dok. Radar Bromo)

Related Post

KRAKSAAN – Pemanfaatan anggaran yang digelontorkan kepada pemerintah desa di Kabupaten Probolinggo, menjadi perhatian serius Inspektorat. Mengantisipasi terjadinya penyelewengan dana, Inspektorat Kabupaten Probolinggo akan melaksanakan Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT).

Inspektur Pembantu Wilayah 4 Inspektorat Kabupaten Probolinggo Lita Mahani mengatakan, tahun ini akan dilaksanakan audit yang dilakukan di dua desa dalam setiap kecamatan. 325 desa dari 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo, ada 48 desa yang akan diaudit.

Menurutnya, dua desa yang akan diaudit ini dipilih berdasarkan tingkat risiko yang dimiliki. Terutama, berkaitan dengan besarnya anggaran yang digunakan. Program ini dilaksanakan dengan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan. “PKPT ini pemeriksaan lebih mendalam dan terperinci dibandingkan monev (monitoring dan evaluasi) yang biasa dilakukan,” ujarnya.

Lita mengatakan, jika terbukti ada penyelewengan atau ketidaksesuaian antara besarnya dana yang dipakai dengan kondisi fisik di lapangan, akan dilakukan pengawalan langsung oleh Inspektorat. “Jika terjadi ketidaksesuaian, akan direkomendasikan untuk diperbaiki sesuai RAB yang telah disusun. Hasil dari perbaikan itu kami minta bukti pengerjaan,” ujarnya.

Untuk monev sendiri tetap ada dan terjadwal. Kegiatan ini dilakukan di semua desa. Tujuannya sama, melakukan pengawasan proyek yang dibangun. “PKPT dan monev tidak hanya dilakukan di desa, tapi juga dana lain seperti bantuan operasional sekolah dan jaminan kesehatan nasional,” ujar Inspektur Pembantu Wilayah 2 Inspektorat Kabupaten Probolinggo Imron Rosyadi. (ar/rud)