Anak yang Dibacok Ayahnya Hobi Mabuk, sang Ayah Cari Utangan

SUKOREJO – Toni Irwanto, 35, korban pembacokan oleh ayahnya sendiri, Danu, 60, ternyata bukan kali ini saja mendatangi toko kelontong itu. Meski bukan anak-anak lagi, Toni biasa datang untuk minta uang pada pelaku yang warga Dusun Ngemplak, Desa Tanjungarum, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan itu.

Bahkan, bukan sekali itu juga korban datang dalam kondisi mabuk. Selama ini anak ke dua dari tiga bersaudara itu memang dikenal suka mabuk-mabukan. Meski demikian, pelaku selalu memberi uang saat korban minta.

Pelaku sendiri mengaku putus asa dan sedih dengan sikap anaknya yang sering minta uang. Bahkan, datang dalam kondisi mabuk.

“Saking sedihnya, saya sering ngambil pisau kalau anak saya datang. Terus pisau itu saya kasihkan dia. Wes talah le, patenono ae bapak (sudahlah, bunuh saja bapak, Red.),” cerita Danu pada Jawa Pos Radar Bromo tentang perilaku anaknya.

Saat akhirnya terjadi pembacokan, Rabu (10/7), pelaku mengaku juga sudah memberi uang pada korban. Namun, memang jumlahnya sedikit. Menurutnya, saat itu toko sedang sepi. Karena itu, dia tidak mempunyai cukup banyak uang. Pelaku mengaku emosi karena korban bukannya berterima kasih. Namun, malah ngomel. Akhirnya pelaku mengambil sabit dan membacok korban.

Kapolsek Sukorejo AKP Supriadi membenarkan cerita pelaku. Menurutnya, selama ini korban memang kerap pulang ke rumah orang tuanya dalam keadaan mabuk.

“Korban sendiri selama ini tidak tinggal serumah dengan pelaku. Dia indekos di Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan. Informasi dari keluarga dan tetangganya, dia kerapkali pulang ke rumah dalam keadaan mabuk dan minta uang. Waktu kejadian itu, terlapor kesal dan terjadilah peristiwa itu,” ungkap Kapolsek.

Begitu melihat anaknya terluka, pelaku mengaku sangat menyesal. “Namanya juga anak. Walaupun kayak gitu, ya tetap kasihan,” tuturnya.

Dalam benak pelaku saat itu, membawa anaknya ke rumah sakit. Namun karena tidak punya uang, pelaku pun memutuskan untuk mencari utangan.

Itulah mengapa, pelaku langsung pergi dari tokonya saat korban tergeletak. Tujuannya satu, mencari utangan untuk biaya pengobatan korban.

Memang, pelaku sempat dikira kabur. Karena itu, petugas Buser Polsek Sukorejo langsung memburunya begitu dapat laporan dari pihak keluarga.

“Saya dak kabur. Memang saya pergi, tapi bukan lepas tanggung jawab. Selain panik dan binggung, saya sekaligus pergi cari utangan. Setelah dapat, baru pulang,” tuturnya.

Pelaku sendiri memang pulang ke rumahnya, Kamis (11/7). Dan Jumat (12/7), pelaku diamankan petugas Buser Polsek Sukorejo di rumahnya. (zal/hn)