PPDB SMP di Kab Probolinggo Ditutup, Ada 74 Sekolah yang Belum Penuhi Pagu

KRAKSAAN- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP Negeri di Kabupaten Probolinggo sudah rampung sejak Selasa (9/7). Namun, dari 74 SMP Negeri, ada yang belum mampu memenuhi pagu siswanya. Tapi, pagu rombongan belajar (rombel)-nya terpenuhi.

Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo Priyo Siswoyo mengatakan, dari 74 SMP Negeri, sebagian pagu rombel dan siswanya sudah terpenuhi. Bahkan, karena pendaftar melebihi pagu, ada yang diarahkan ke lembaga SMP terdekat. “Ada SMP Negeri yang sudah memenuhi pagu rombel dan siswanya. Seperti, SMPN 1 Pajarakan, SMPN 1 Sumberasih, dan SMPN 1 Gending,” katanya.

Priyo mengatakan, pagu rombel semua SMP Negeri sudah terpenuhi. Namun, ada sebagian lembaga yang pagu siswanya tidak terpenuhi. Satu rombel yang seharusnya terisi 32 siswa, sebagian tidak sampai 32 siswa dalam satu rombel. “Bagi mereka yang belum memenuhi pagu siswa, diperbolehkan menerima peserta didik baru lagi,” ujarnya.

Menurutnya, jika pagu rombel tidak terpenuhi, akan berpengaruh pada jam mengajar guru. Namun, jika hanya sebatas tidak terpenuhi pagu siswa, tidak masalah. Sebab, tidak akan berpengaruh terhadap jam mengajar guru. “Kalau rombelnya kurang, berarti jam mengajar guru akan kurang,” jelasnya.

Daya tampung SMP Negeri di Kabupaten Probolinggo, kata Priyo, ada 250 rombel yang tersebar di 74 SMP Negeri. Sedangkan, pagu siswanya mencapai 7.930 siswa atau kursi. Pada PPDB kali ini, jumlah siswa yang mendaftar ke SMP Negeri tak sampai 7.930 orang.

“SMP swasta ada sekitar 160 lembaga. Tapi, jumlah pagu siswanya lebih sedikit. Hanya berkisar 2.000 siswa. Meski lembaga SMP swasta banyak, pagu kursinya memang sedikit,” ujarnya. (mas/fun)