Oknum PNS yang Tersandung Kasus Penipuan Kembali Bekerja, Istri Jadi Jaminan

PAJARAKAN- Seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang terjerat kasus penipuan penjualan aset negara, As’ari Rankuti, 43, bisa sedikit pernapas lega. Penyidik Polres Probolinggo mengambulkan permohonan penangguhan penahanannya.

Karenanya, mulai Kamis (11/7) warga Desa Gunggungan Lor, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, itu kembali bekerja di kantor Kecamatan Kotaanyar. Penangguhan penahanan tersangka diterbitkan Rabu (10/7). Sejak saat itu, tersangka bisa pulang. Dia hanya dikenakan wajib lapor seminggu dua kali.

Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto mengatakan, pengajuan penangguhan penahanan tersangka dikabulkan. Dengan banyak pertimbangan, pihaknya memberikan kesempatan kepada tersangka untuk tidak ditahan. Namun, proses hukumnya tetap berjalan. “Penahannya ditangguhkan. Tapi, proses hukumnya tetap berjalan. Karena itu, masih diberlakukan wajib lapor seminggu dua kali,” ujarnya, kemarin.

Ada sejumlah pertimbangan permohonan penangguhan penahanan tersangka dikabulkan. Riyanto mengatakan, pertama, karena tersangka bersikap kooperatif dan bersedia mengganti kerugian korban. Selain itu, tersangka juga menjadi tulang punggung keluarganya. “Yang menjadi jaminan dalam pengajuan penangguhan penahanan itu istrinya sendiri,” ujarnya.

Seorang staf di Kecamatan Kotaanyar itu harus berurusan dengan polisi setelah disangka melakukan penipuan. Korbannya, Syafii, warga Kelurahan Kandangjati Kulon, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

Pada Februari 2018, tersangka bermaksud menjual sebidang tanah seluas 16 hektare kepada korban. Tanah yang diakui milik tersangka itu dijual seharga Rp 600 juta. Setelah korban mencicil beberapa kali, ternyata tanah yang ada hanya seluas 4,5 hektare dan milik negara. Bukan milik pribadi tersangka.

Karenanya, korban mempolisikan As’ari. Setelah melakukan penyelidikan, anggota Polres Probolinggo mengamakannya pada Jumat (5/7). As’ari juga ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Dia disangka melanggar pasal 372 dan pasal 378 KUHP.

Namun, sejak Rabu (10/7), tersangka bisa melenggang bebas. Sebab, penyidik mengabulkan permohonan penangguhan penahanan yang diajukan keluarga tersangka. Bahkan, kemarin tersangka sudah kembali bekerja di kantor Kecamatan Kotaanyar.

Camat Kotaanyar Teguh Prihantoro tidak menampik As’ari sudah mulai aktif dan kembali berdinas di kantornya. Seperti staf lainnya, As’ari masuk kerja seperti biasa. “Iya sudah mulai masuk lagi setelah beberapa hari tidak masuk,” ujarnya. (mas/fun)