KUA-PPAS 2019 Dibahas Dewan Lama Supaya Tidak Terlambat

LANGSUNG DILANJUT: Rapat paripurna pertanggungjawaban APBD 2018 yang digelar di DPRD di Raci, Rabu (10/7) lalu. Setelah paripurna tersebut, legislatif akan membahas KUA-PPAS 2019. (Foto : Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BANGIL – Percepatan penyusunan agenda pembahasan APBD 2020, bakal dilakukan legislatif Kabupaten Pasuruan. Langkah ini dilakukan, agar pembahasan anggaran daerah itu tidak berantakan.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan menyampaikan, pembahasan R-APBD 2020, dilakukan setelah KUA PPAS diselesaikan. Pihaknya mengaku, bakal segera melakukan pembahasan KUA PPAS 2020 untuk bisa mengejar waktu dalam pembahasan APBD 2020.

Bukan hanya KUA PPAS 2020 yang akan dibahas. Tetapi juga, untuk KUA PPAS Perubahan 2019. “Kami akan segera membahasnya pekan depan,” kata Dion-sapaannya.

Pembahasan KUA PPAS 2020 dan perubahan 2019 itu, bakal dilakukan sebelum pelantikan anggota dewan yang baru. Bukan tanpa alasan, hal itu dilakukan. Langkah ini dimaksudkan, agar pelaksanaan APBD tidak berantakan.

Karena, kata Dion, jika pembahasannya dilakukan oleh anggota dewan baru, butuh waktu yang cukup panjang. Bukan saja karena menunggu pelantikan, yang masih akan dilangsungkan Agustus 2019. Tetapi juga untuk menunggu tatib dan alat kelengkapan dibuat. Mengingat, untuk penyusunan alat kelengkapan dewan, membutuhkan waktu antara satu bulan hingga dua bulan.

“Padahal kan, untuk pembahasan KUA PPAS itu membutuhkan alat kelengkapan dewan definitif. Sehingga, pembahasannya KUA PPAS nya bisa-bisa Oktober. Dengan begitu, risiko pembahasan APBD bisa keteteran,” sambungnya.

Untuk mencegah itulah, pembahasan KUA-PPAS akan dilakukan oleh anggota lama. Rencananya pekan depan, pembahasan tersebut akan dilakukan. Waktunya sekitar satu bulan. Sehingga, ada kecukupan waktu untuk mengejar program lainnya. (one/fun)