Debu Dikeluhkan Warga Kampung Dok, Begini Penjelasan PT KTI

MAYANGAN- Adanya debu dan asap dari PT Kutai Timber Indonesia (KTI) yang dikeluhkan warga Kampung Dok, Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, dibenarkan pihak pabrik. Kini, pihak manajemen berencana menerjunkan tim untuk merespons keresahan warga.

Direktur PT KTI Firdaus Dja’far memastikan pihaknya telah memonitor terhadap kualitas udara di sekitar pabrik. Termasuk dengan adanya laporan warga terkait debu yang mengganggu aktivitas warga. “Debu itu memang ada. Baik debu yang halus, itu disebut partikel dan debu yang kasar,” ujarnya, kemarin.

Namun, pihaknya telah melakukan pemantauan rutin terhadap kualitas udara di sekitar PT KTI. Terutama, jika ada laporan dari warga ketika intensitas debu dari pabrik meningkat. “Setiap 1 periode biasanya ada pemantauan terhadap kualitas udara. Satu periode itu 4 minggu. Pemantauan seminggu sekali untuk melihat kualitas udara,” ujarnya.

Jika intensitas debu dari pabrik berlebih, biasanya warga Kampung Dok melaporkan langsung kepada pihak pabrik. Mendapati laporan itu, pihak pabrik langsung menerjunkan tim untuk melihatnya. “Kami biasanya menerjunkan tim ke lokasi untuk melihat laporan warga tersebut,” ujarnya.

Selain rutin memantau kualitas udara, pihak pabrik juga berusaha mengendalikan potensi yang dapat mendorong timbulnya pencemaran udara. Firdaus mengatakan, ada banyak faktor yang menyebabkan tersebarnya debu. Seperti, kondisi cuaca dan angin. “Cuaca, kecepatan angin, dan arah angin juga mempengaruhi penyebaran debu. Sehingga, kami juga memantau kecepatan dan arah angin,” jelasnya.

Mengenai debu pabrik berukuran kecil atau dikenal sebagai partikel kayu, telah dilakukan pemasangan spray atau wet scriber. Untuk debu berukuran besar, terutama yang ada di lapangan, dilakukan penyemprotan. “Penyemprotan dilakukan sehari 3 kali. Pagi, siang, dan sore,” ujarnya.

Selain berkaitan dengan debu, Firdaus mengatakan, Kampung Dok juga kerap kebanjiran. Menurutnya, hal ini tidak hanya karena adanya pabrik. Tapi, juga berkaitan dengan saluran air yang mampet. “Untuk membantu kondisi itu, PT KTI menyiapkan satu pompa untuk membantu menguras debit air ketika terjadi banjir. Tapi, masalah banjir ini juga perlu koordinasi lintas satker,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Kampung Dok, Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, kembali mengeluhkan debu dari PT KTI. Sebab, belakangan banyak debu halus dari pabrik beterbangan ke kampung mereka. Hal ini dikhawatirkan akan mengganggu kesehatan warga. (put/rud)