Dampak Proyek Tol Paspro, Jalan Rusak-Aset Belum Diganti di Jorongan

LECES-Pembangunan jalan tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro), masih menyisakan persoalan di Kabupaten Probolinggo. Mulai dari jalan rusak sampai adanya lahan aset desa yang belum ada penggantinya.

Salah satunya, Jalan Desa Jorongan, Kecamatan Leces. Jalan ini rusak akibat banyak dilintasi kendaraan berat pengangkut material pembangunan jalan tol. Serta, adanya lahan aset Desa Jorongan terdampak tol juga belum diganti.

“Dulu sebelum dibangun jalan tol, jalan desa ini sudah bagus. Tapi, karena terkena dampak tol, jadi rusak. Sampai tol sudah difungsikan belum diperbaiki,” ujar salah seorang warga Desa Jorongan, Indah, 34.

Kepala Desa Jorongan Masuni mengatakan, jalan rusak itu masuk jalan desa. Kini, jalannya rusak setelah sering dilintasi kendaraan pengangkut material pembangunan jalan tol. Ia mengaku sengaja tidak meperbaikinya karena terikat perjanjian dengan pihak tol.

Menurutnya, dulu saat hendak membangun jalan tol, pihak tol berjanji akan memperbaiki jalan desanya yang dilintasi kendaraan bertonase berat itu. Namun, sejauh ini tak kunjung diperbaiki. “Gimana lagi, jalan rusak itu karena dampak tol. Jadi, tidak bisa desa meperbaikinya. Memang warga sering mengeluhkan rusaknya jalan ini ke saya,” katanya.

PINDAH: Kantor Desa Jorongan yang pindah terkena yang lama dampak tol Paspro. (Arif Mashudi/ Radar Bromo)

Menurutnya, selain jalan rusak, ada lahan aset desa seluas sekitar 1.400 meter persegi juga belum tuntas. Lahan ini belum ada lahan penggantinya. Dulu sebelum dibangun tol, lahan yang diberikan warga untuk jalan lingkungan dan menjadi aset desa. Kini, jalan ini terkena tol.

“Dulunya ada MoU (memorandum of understanding) untuk diganti lahan aset desa. Tapi, sampai sekarang tidak ada kejelasan. Selain itu, kantor desa yang juga terkena tol sudah dibangunkan baru. Tapi, sampai sekarang belum ada laporan rincian anggaran dan pengadaan lahannya. Termasuk belum dibangun pintu saluran air, akhirnya kalau hujan banjir,” ujarnya.

Terkait masalah ini, Project Manager Tol Paspro dari PT Waskita Triman belum dapat dimintai keterangan. Ketika dihubungi melalui sambungan selularnya sampai tadi malam selalu sibuk.

Sedangkan, Kepala Bappeda Kabupaten Probolinggo Tutug Ed Utomo mengatakan, ada jalan desa yang terdampak dari tol dan harus diperbaiki. Karenanya, pihaknya akan mengecek dan akan berkoordinasi dengan pelaksana tol. Supaya bisa diperbaiki.

“Seharusnya jika memang rusak akibat pembangunan tol, harus diperbaiki. Nanti akan kami sampaikan kepada pelaksana pembangunan jalan tol untuk dikoordinasikan,” ujarnya. (mas/rud)