Begini Hasil Olah TKP Ledakan di Tempat Rongsokan Jrebeng Wetan

KEDOPOK–Ledakan di tempat usaha rongsokan milik Nur Hasan, ditindaklanjuti dengan olah TKP, Kamis(11/7) oleh Polres Probolinggo Kota (Polresta).  Hasilnya, dipastikan ledakan yang menyebabkan seorang pekerja terluka itu, merupakan ledakan dari api.

Kepastian itu disampaikan oleh Kapolresta AKBP Alfian Nurrizal saat memimpin olah TKP di gudang yang terletak di Jalan Sunang Bonang, Kelurahan Jrebeng Wetan, Kecamatan Kedopok. Polresta memang mengambil alih kasus ini setelah sebelumnya ditangani oleh Polsek Wonoasih.

Selama olah TKP itu, petugas fokus menemukan sumber ledakan. Dan hasilnya, petugas mengamankan sejumlah barang bukti baru di lokasi ledakan.

Di antaranya, empat jeriken bekas, pasir di lokasi ledakan, dan sandal Nur Hasan, pemilik usaha rongsokan. Empat jeriken itu diamankan karena berisi cairan. Cairan itu tumpah dan tumpahannya mengalir di sekitar lokasi ledakan. Dikhawatirkan, isi jeriken ini jadi pemicu ledakan yang terjadi Rabu (10/7).

BARANG BUKTI: Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal saat melihat sandal milik korban. (Faiz/ Radar Bromo)

Kemudian, sandal Nur Hasan diamankan juga. Sebab, sandal ini dipakai Nur Hasan saat dia terkena ledakan pertama di gudang rongsokan, Rabu (10/7). Sebelumnya akhirnya terjadi ledakan ke dua yang mengenai pekerjanya, Mat Nusi alias Saiful, 48, warga Desa Menyono, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo.

Selanjutnya, semua barang bukti yang diamankan akan diperiksa ke Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya. Petugas juga akan memeriksa saksi-saksi yang ada di tempat kejadian.

“Kami akan bekerja sama dengan Polda Jawa Timur untuk menindaklanjuti kasus ini. Kami akan membawa  jeriken, pasir, serta barang bukti lainnya untuk dicek di lab forensik Polda,” tutur Kapolresta Alfian.

Berdasarkan olah TKP itu, Alfian menyebut, ledakan yang terjadi semacam ledakan dari api. Hal tersebut diperkuat dengan  tidak hancurnya kaca lemari yang ada di pinggir lokasi ledakan.

“Ledakan yang terjadi dipastikan dari api. Ini lemarinya hanya retak. Tidak pecah,” ucapnya sambil menunjuk sebuah lemari yang pintunya dari kaca.

Di lokasi gudang rongsokan, menurut Alfian, juga tercium bau tidak sedap. Semacam bau dari bahan peledak. Nur Hasan, pemilik gudang rongsokan menjelaskan, bau itu berasal dari jeriken yang dikirim salah satu penyetor barang rongsokan. Bau tercium karena isi jeriken tumpah.

“Jadi jeriken itu diletakan di gudang dengan cara di banting. Saya bilang sama bapak yang menyetor jeriken itu, jangan dibanting, Pak. Takut saya,” jelas Nur Hasan pada Alfian.

Olah TKP sendiri berlangsung selama 30 menit. Dimulai pukul 12.45 sampai 13.10. Sebelum olah TKP, Alfian juga mendatangi korban Mat Nusi di ruang Bougenvil, RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo. (mg2/hn)