28 Keluarga Penerima PKH di Kota Pasuruan Dicoret

PANGGUNGREJO- Ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Pasuruan, dapat bernapas lega. Dana bantuan sosial (bansos) khusus keluarga kurang mampu untuk tahap ke tiga mulai dicairkan. Namun, pada pencairan tahap ke tiga ini ada 28 KPM yang dicoret.

Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pasuruan Sugianto mengatakan, dana bansos itu mulai dicairkan sejak Jumat (5/7). Anggaran yang disiapkan pemerintah untuk merealisasikan bantuan tersebut mencapai Rp 3,6 miliar. “Penerimanya saat ini sebanyak 4.844 KPM dan tersebar di empat kecamatan,” ujarnya.

Di Kota Pasuruan, jumlah KPM terbanyak terdapat di Kecamatan Gadingrejo. Mencapai 1.877 KPM. Sedangkan, di Kecamatan Bugul Kidul 1.234 KPM dan di Kecamatan Panggungrejo ada 1.206 KPM. KPM dari Kecamatan Purworejo, paling sedikit. Hanya 527 KPM.

Sugianto mengatakan, jumlah KPM yang menerima bansos pada tahap tiga ini lebih sedikit dibanding sebelumnya. Pada tahap ke dua yang bantuannya dicairkan pada pertengahan April lalu, ada 4.816 KPM. Artinya, jumlah penerima bansos berkurang 28 KPM.

Berkurangnya jumlah KPM ini karena data penerima yang dicoret. Sebab, mereka tidak lagi memiliki komponen bantuan sesuai ketentuan pemerintah. Komponen itu juga menentukan besaran bantuan yang diterima setiap KPM.

Seperti, untuk bantuan komponen ibu hamil senilai Rp 2,4 juta dan anak berusia 0-6 tahun senilai Rp 2,4 juta. Komponen anak bersekolah SD senilai Rp 900 ribu; sekolah SMP Rp 1,5 juta; dan bersekolah SMA Rp 2 juta.

Sedangkan, komponen disabilitas berat dijatah bantuan Rp 2,4 juta dan warga lanjut usia di atas 60 tahun mendapatkan bantuan Rp 2,4 juta. “Hingga saat ini penyaluran bantuan masih berlangsung,” ujarnya. (tom/fun)