Warga Kampung Dok Kembali Keluhkan Debu PT KTI

TETAP CERIA: Sejumlah anak-anak warga Kampung Dok, Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, bermain bola, Rabu (10/7). Lokasi kampung ini berdempetan dengan PT KTI. (Ridhowati Saputri/Radar Bromo)

Related Post

MAYANGAN – Warga Kampung Dok, Kelurahan Mayangan, Kota Probolinggo, kembali mengeluhkan debu dan asap dari PT Kutai Timber Indonesia (KTI). Warga mengeluh karena debu dan asap dari pabrik pengolahan kayu ini dianggap mengganggu kesehatan warga.

Ketua RW 3, Kampung Dok, Kelurahan Mayangan Sugiman mengatakan, sejatinya sudah lama pihaknya mengeluhkan masalah debu kayu dan asap ini. Namun, belum ada tindak lanjut yang jelas. “Akhir-akhir ini debu ini semakin mengganggu. Bahkan, asap pada jam-jam 2-3 dini hari saat warga istirahat mengganggu pernapasan,” ujarnya.

Masalah kesehatan juga dirasakan warga Kampung Dok. Seperti, saudara Sugiman yang rumahnya tepat ada di depan rumahnya mengalami penyakit paru-paru. “Dia kena penyakit paru-paru. Sudah bolak balik masuk rumah sakit karena paru-paru basah,” ujarnya.

Sugiman mengakui, PT KTI telah memiliki program corporate social responsibility (CSR) kepada masyarakat. Namun, menurutnya, masalah kesehatan warga perlu dipikirkan. “Sudah ada rencana relokasi warga Kampung Dok oleh Pemerintah, tapi sampai saat ini belum ada kabarnya lagi,” ujarnya.

Menurutnya, dulu serbuk kayu dari PT KTI kasar. Sehingga, ketika bernapas masih tersaring dalam bulu hidung. “Tapi sekarang debu serbuk kayunya halus. Jadi, ketika bernapas langsung terhirup. Kasihan dengan anak-anak juga,” ujarnya.

Mendapati keluhan warga ini, Jawa Pos Radar Bromo berusaha mendapatkan keterangan dari pihak PT KTI. Namun, ketika dihubungi melalui selulernya, sampai berita ini ditulis tadi malam, Direktur PT KTI Firdaus Dja’far, belum merespons. (put/rud)