Simpan Bondet-Celurit di Rumah Kontrakan, Warga Randugong Diamankan

DITAHAN: Subadar (tiga dari kiri) bersama celurit dan bondet yang berhasil diamankan oleh polisi. Lantaran membawa handak dan sajam, Subadar ditengarai sebagai pelaku kejahatan. (Polsek Pasrepan for Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PASREPAN – Subadar, 30, nyaris saja lolos dari kejaran polisi. Sekali tembakan peringatan yang melesat ke udara pun tak dihiraukan. Tak lama kemudian, dia jatuh terpeleset batu. Wajahnya terluka. Subadar tak bisa lagi melawan.

Penangkapan warga Desa Randugong, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan itu berlangsung Selasa (8/7) malam. Petugas Unit Reskrim Polsek Pasrepan kala itu mendapat informasi jika Subadar saat itu berada di rumah kontrakannya di Desa Pohgedang, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan.

“Di rumah kontrakan itu sering kumpul pemuda-pemuda dari desa lain dan melakukan kegiatan yang meresahkan masyarakat,” kata Kapolsek Pasrepan, AKP Cahyo Widodo.

Tak hanya itu, masyarakat juga pernah diancam dengan menggunakan sajam. Polisi kemudian melakukan penyelidikan di rumah kontrakan tersebut. Hingga kemudian polisi mencurigai Subadar sedang berbuat melawan hukum.

“Saat melakukan penggerebekan, yang bersangkutan melarikan diri dan anggota kami memberikan tembakan peringatan agar berhenti,” ungkapnya.

Subadar lantas jatuh terpeleset batu. Akibatnya, wajahnya mengalami luka akibat terkena bebatuan. Polisi lalu meringkusnya. Selanjutnya, polisi menggeledah rumah kontrakannya. Dari sana polisi menemukan sejumlah barang mencurigakan.

“Diantaranya sisa bong alat hisab sabu dan timbangan. Kami juga mengamankan dua buah jenis sajam jenis clurit dan badik serta 2 buah bondet warna hitam dan putih yang masih aktif,” jelasnya.

Polisi lalu menggelandangnya ke Mapolsek Pasrepan. Ia dijerat UU Nomor 12/1951 atas kepemilikan senjata tajam dan bahan peledak. Saat ini, polisi masih mendalami keterangan Subadar.”Termasuk kemungkinan adanya keterlibatannya dalam kasus-kasus kejahatan lainnya,” tandasnya. (tom/fun)