Pagu Sejumlah SDN di Probolinggo Belum Terpenuhi, Kaji Sistem Zonasi

MAYANGAN – Banyaknya sekolah di Kota Probolinggo yang belum memenuhi pagunya menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Probolinggo. Karenanya, Disdikpora menilai pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 perlu dikaji.

“Secara umum pelaksanaan PPDB 2019 lebih baik daripada sebelumnya. Termasuk jika dibandingkan dengan sejumlah daerah lain yang banyak persoalan. Alhamdulillah di Kota Probolinggo tidak seperti itu,” ujar Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Kota Probolinggo Budi Wahyu Rianto, Selasa (9/7).

Adanya sekolah yang belum mencapai pagu, terutama di wilayah tengah kota mendapat perhatian serius agar tidak sampai terjadi kembali pada PPDB berikutnya. Termasuk, mengkaji penerapan zonasi untuk sekolah-sekolah yang belum memenuhi pagu.

“Seperti di SDN Kebonsari Wetan 1 dan 3, apakah zonasinya terlalu kecil hanya di Kelurahan Kebonsari Wetan saja. Sehingga, zonasinya perlu diperluas ke kelurahan lain yang berdekatan,” ujarnya.

Namun, menurut Budi, bisa saja zonasi sekolah di persempit. Misalnya, ternyata banyak siswa yang berdekatan dengan SDN Kebonsari Kulon 1 dan 3, justru masuk di SDN Kebonsari Kulon 6. “Maka, bisa dipersempit siswa di Kebonsari Wetan masuk di SDN Kebonsari Wetan saja,” jelasnya.

Sampai Rabu (10/7), sejumlah sekolah yang belum memenuhi pagu masih membuka pendaftaran siswa baru. Dalam pendaftaran pemenuhan pagu ini tidak diterapkan sistem zonasi. Sehingga, calon siswa dari luar kelurahan bisa mendaftar.

Ketentuan pelaksanaan jalur pemenuhan pagu ini diatur dalam Perwali Nomor 59/2019 tentang PPDB. Jalur pemenuhan pagu dilakukan setelah jalur zonasi selesai dilakukan, namun pagu di sekolah belum terpenuhi. Pendaftaran jalur pemenuhan pagu ini dilakukan di sekolah masing-masing sampai pagu sekolah terpenuhi.

Diketahui, PPDB untuk tingkat sekolah dasar digelar selama tiga hari mulai Kamis-Sabtu (4-6/7). Namun, sampai batas akhir pendaftaran, di Kota Probolinggo ada sembilan SDN di lingkungan perkotaan yang pagunya belum terpenuhi.

Yakni, SDN Sukabumi 6, SDN Sukabumi 7, SDN Jati 1, SDN Mangunharjo 4, SDN Wiroborang 4, SDN Mayangan 4. Lalu, SDN Kebonsari Wetan 1, SDN Kebonsari Wetan 3, dan SDN Kebonsari Kulon 6. Kini, sembilan sekolah ini masih membuka pendaftaran siswa baru tanpa menggunakan zonasi. (put/rud)