Karaoke Pop City-888 Tutup di Probolinggo, Begini Nasib Karyawannya

MAYANGAN – Tempat Karaoke 888 dan Pop City di Kota Probolinggo, dipastikan sudah tidak beroperasi. Namun, para karyawan tempat hiburan yang izinnya tak diperpanjang ini, tetap bekerja. Serta, tetap menerima gaji dari manajemen.

Sejumlah karyawan tempat Karaoke 888 berharap Pemkot Probolinggo mempertimbangkan kebijakannya. Sebab, mereka terancam kehilangan pekerjaan. “Sejak 7 Juli sudah tidak ada operasional lagi di sini. Kami tetap bekerja, tapi hanya berjaga-jaga saja,” ujar salah seorang waitress di 888, Rahmad Hidayat, 24.

Dayat -sapaan Rahmad Hidayat- menjelaskan, statusnya memang belum diberhentikan oleh perusahaan. Namun, menurutnya, tidak menutup kemungkinan dirinya akan di-PHK (pemutusan hubungan kerja) jika tempatnya bekerja ditutup. “Kasihan karyawan yang sudah berkeluarga. Ada anak-istri. Masih harus cari kerja lagi,” ujarnya.

Ia mengaku sudah setahun bekerja di 888. Sebelumnya, dia pernah bekerja di Beejay Karaoke di Jalan Dr. Soetomo Kota Probolinggo. “Saya sebagai waitress. Kalau pengunjung ada yang pesan makanan atau minuman, saya yang mengantar. Di sini juga pengunjungnya hanya pengunjung hotel. Soalnya ini kan fasilitas hotel,” ujarnya.

Harapan yang sama diungkapkan Alfian Bagas, 24. Bila tempat bekerjanya ditutup, pihaknya berharap Pemkot menyediakan lapangan pekerjaan. “Pertimbangkan juga karyawan yang bekerja di tempat karaoke. Kami harap Pemkot menyediakan lapangan kerja baru bagi karyawan jika nanti diberhentikan, karena di sini (888) tidak bisa menjalankan kegiatan operasional,” ujarnya.

Sedangkan, Manajer 888 Denis Willy Arnandi memastikan 12 karyawannya masih tetap bekerja dan mereka masih berstatus sebagai karyawan. “Datang ke sini (888) tetap setiap hari. Tapi, hanya berjaga-jaga saja karena tidak bisa operasional. Mereka juga tetap mendapat gaji,” ujarnya.

Pernyataan serupa disampaikan Operasional Officer Pop City Wisnumurti. Karyawannya tetap bekerja. Tapi, yang biasanya dua sif, kini hanya satu sif mulai pukul 10.00 sampai pukul 18.00. “Sejauh ini tidak ada perubahan terhadap karyawan. Tetap bekerja, hanya jadwalnya disesuaikan. Saya lupa jumlah karyawan. Sekitar 15 orang,” ujarnya. (put/rud)