Buka Pintu Bila Ada Pengaduan Korupsi, Kejaksaan Pastikan Tindak Tegas Pelaku

KRAKSAAN – Desakan aktivis agar aparatur penegak hukum, untuk menyidik kasus korupsi, direspon Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo. Korps Adhyaksa itu menyebut, membuka pintu lebar-lebar bila ada yang hendak melapor jika ada penyelewengan uang negara.

Kejari juga menindak tegas pelaku korupsi yang merugikan negara. Apapun bentuknya seperti bantuan dari pemerintah, dana desa dan anggaran dana desa merupakan komponen pembangunan daerah harus tepat sasaran dan dimanfaatkan secara maksimal.

Besarnya jumlah dana yang diberikan oleh pemerintah menjadi lumbung korupsi bagi pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Dana yang diberikan oleh pemerintah harus dilakukan secara tepat sesuai dengan peruntukannya.

Hal itu diungkapkan Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Probolinggo Novan Basuki Arianto. Dia mengatakan jika kasus korupsi yang ada akan ditindak tegas karena hal tersebut telah merugikan negara.“Kami tindak tegas pelakunya, sehingga ada efek jera untuk mereka,” ujarnya.

Penindakan tegas akan dilakukan ketika sudah meyakinkan dan terbukti menyalahgunakan keuangan yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Proyek fiktif dan pengurangan volume pengerjaan merupakan modus yang sering terjadi.

“Setahun yang lalu kami sudah memproses korupsi dana desa di Maron Kulon dengan modus proyek fiktif. Saat ini masih belum ada kasus korupsi dana desa yang Kami tangani,” ujarnya.

Pria berkacamata ini pun mengatakan bahwa masyarakat dapat ikut mengawal bantuan pemerintah serta dana desa yang telah dicairkan. Bentuk pengawalannya berupa melihat proyek pembangunan atau realisasi penggunaan dana tersebut.

“Misalnya ada sebuah jalan yang akan dibangun, ternyata proyek pembangunannya tidak kunjung terealiasi. Jika masyarakat mengetahui adanya dugaan korupsi silakan laporkan saja dengan membuat surat tertulis yang beridentitas lengkap dan foto sebagai bukti dasar. Nanti tim dari kejaksaan akan bergerak,” ujarnya. (ar/fun)