Ahli Waris Kecelakaan Kerja Pabrik Kayu di Gending Dapat Rp 110 Juta

GENDING – Kasus kecelakaan kerja yang menimpa Hari Lintang Cahyono, 23, masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Namun, ahli waris korban asal Desa Pajurangan, Kecamatan Gending, sudah mendapat santunan kematian Rp 110 juta.

Santunan kematian itu diberikan BPJS Ketenagakerjaan (TK). Sebab, korban memang sudah didaftarkan oleh PT Mandiri Jaya Succesindo (MJS) sebagai anggota BPJS TK.

Depdir (Deputi Direktur)  BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur Dodo Suharto mengatakan, korban kecelakaan yang meninggal Sabtu adalah peserta BPJS TK. “Setelah kami cek, ternyata korban ini sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,” tuturnya.

Karena itu, pihaknya langsung memproses pencairan klaim asuransi kematian untuk korban. Total klaim yang berhak diterima ahli waris sekitar Rp 110 juta.

”Meski pekerja itu baru menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, tapi jika sudah mulai aktif, maka asuransi kematian atau kecelakaan kerja bisa langsung diproses,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Rabu (10/7).

Sesuai aturan BPJS, pekerja yang meninggal akibat kecelakaan kerja mendapatkan asuransi kematian senilai nominal gaji dikalikan 48. ”Beda jika klaim kematian akibat meninggal biasa atau bukan kecelakaan kerja. Nominalnya lebih kecil,” ujarnya.

Sementara itu, Manajer HRD PT MJS Gending Tedja saat dikonfirmasi mengatakan, semua pekerja di pabriknya sudah didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Ini, menurutnya, merupakan bukti keseriusan perusahaan untuk melindungi pekerjanya sejak awal.

Di sisi lain, pihak perusahaan juga akan memberikan santunan pada keluarga korban. Namun, santunan baru akan diberikan setelah tujuh hari meninggalnya korban.

”Itu, sesuai kesepakatan dengan keluarga korban. Kami akan membicarakan santunan dengan keluarga setelah tujuh harinya Hari meninggal. Selama ini, kami dari perusahaan hanya bisa bantu kebutuhan doa bersama dan tahlil di rumah duka,” terangnya. (mas/hn)