Usia Sudah Kepala Enam, Lelaki Ini Cabuli Bocah 8 Tahun

KRAKSAAN – Di usianya yang sudah kepala enam, nafsu ASF bukannya turun. Warga Kraksaan yang rambutnya sudah memutih itu bahkan tega mencabuli Bunga (nama samaran), bocah yang usianya masih delapan tahun.

DITAHAN: ASF dikenai UU Perlindungan Anak. (Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)

Akibatnya, kini ASF harus berurusan dengan hukum. Dia ditetapkan menjadi tersangka dan harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Saat kasus ini dirilis Mapolres Probolinggo, ASF nampak malu, dan hanya mengaku menyesal.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Bromo, aksi ASF mencabuli Bunga dilakukan Rabu (26/6) Juni silam. Saat itu tersangka yang juga merupakan seorang pensiunan karyawan pabrik gula ini, melihat Bunga melewati rumahnya.

Entah setan apa yang merasukinya. Hingga kemudian ASF memanggil Bunga agar mau ke rumahnya. Setelah Bunga terpancing, ASF mengajaknya ke dalam kamar.

Nah, di dalam kamar itulah, Bunga kemudian dicium. Kemudian korban dibawa ke ruang tengah di dalam rumah. Setelah sampai di ruang tengah kemudian korban dipangku dan meraba–raba alat kelamin korban.

Rupanya, korban risih dengan perlakuan ASF. Setelah pulang, Bunga lalu melapor ke orangtuanya.

“Peristiwa ini diketahui oleh orang tua Bunga. Itu setelah korban menangis dan mengadukan kepada ibunya,” beber Kapolres Probolinggo, AKBP Eddwi Kurniyanto saat rilis Selasa (9/7).

Tak terima, orangtua Bunga melapor ke polisi. Singkatnya, ASF kemudian diamankan dan diperiksa. Polisi pun telah menetapkan ASF menjadi tersangka. Sampai saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut.

“Masih kami kembangkan apakah tersangka ini pedofilia atau tidak, mengingat peristiwa ini dilakukannya hanya satu kali,” ujar Kapolres.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita alat bukti yang digunakan dalam kasus ini. Diantaranya baju yang dipakai korban pada saat kejadian.

Atas perilakunya tersangka dijerat dengan pasal 76 E Jo. Pasal 82 Undang-Undang No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara 15 tahun. (mg1/fun)