Tuntaskan 685 Rumah Tak Layak Huni yang Belum Dibenahi

BANGIL – Pemkab Pasuruan harus menuntaskan pembangunan 685 unit rumah tidak layak huni (RTLH) mulai bulan ini. Jumlah itu merupakan sisa yang harus dirampungkan dari total 2 ribu unit RTLH yang direncanakan dibangun tahun ini.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pasuruan Misbah Zunib menjelaskan, pemkab merencanakan pembangunan 2 ribu unit RTLH tahun ini. Semula, 2 ribu unit RTLH itu ditargetkan selesai akhir Juni 2019.

Namun, hingga saat ini belum semuanya selesai dibangun. Pembangunan selesai dilakukan pada 1.208 unit RTLH. Ribuan rumah tersebut tersebar di sejumlah kecamatan. Seperti di Desa Klangrong, Kecamatan Kejayan.

“Selebihnya, masih dalam proses atau sedang dikerjakan. Ada juga yang gagal dibangun dan ada yang belum dikerjakan sama sekali,” kata Misbah.

RTLH yang sedang dikerjakan saat ini ada 685 unit. Lalu, 106 unit RTLH gagal dibangun. Dan, satu unit RTLH belum dibangun sama sekali.

Ia menguraikan, ada beberapa hal yang menjadi penyebab belum sepenuhnya RTLH terselesaikan. Untuk yang gagal dibangun misalnya, penyebabnya karena calon penerimanya meninggal dunia. Ada juga yang status tanahnya bukan milik pribadi, sehingga tidak bisa dibangun.

“Sementara yang belum dibangun sama sekali, lantaran masih menunggu pekerja,” ulasnya.

Dana pembangunan RTLH sendiri, tahun ini dianggarkan Rp 25 miliar untuk 2 ribu unit RTLH. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penanganan RTLH di Kabupaten Pasuruan. Sebab, jumlah RTLH masih tinggi. Yaitu, mencapai lebih dari 8 ribu unit. (one/fun)