Tanaman Banyak yang Rusak, Harga Cabai di Probolinggo Melejit

KADEMANGAN – Harga cabai rawit di sejumlah pasar Kota Probolinggo terus merangkat naik. Namun, makin “pedasnya” harga cabai ini, tak mesti membuat petani semringah.

Sebab, banyak tanaman mereka yang rusak. Di Kota Probolinggo, sejumlah petani mengeluh karena tanaman cabainya sudah tidak sehat.

Meski tanaman cabainya tidak bagus, cabainya tetap terjual mahal. Namun, tidak berlangsung lama dan hasil panennya sedikit. “Memang harga cabai sekarang melejit, cabai saya dibeli Rp 40 ribu sampai Rp 45 ribu per kilogram. Meski harganya mahal, tapi hasil panennya sedikit. Karena tanamannya sudah rusak,” ujar salah seorang petani asal Kelurahan Jrebeng Kulon, Ahmadi, 40.

Ahmadi mengatakan, dalam kondisi normal, dengan luas lahan sekitar 250 meter persegi bisa menghasilkan sekitar 1 kuintal cabai rawit berkualitas sedang. “Cabai rawitnya campur. Tidak semuanya merah, kalau seperti itu harganya bisa mahal,” ujarnya.

Namun, karena tanamannya rusak di akhir masa tanam, hanya mendapatkan cabai sekitar 1 kilogram. “Itu maksimal sudah dapat 1 kilogram. Tapi jarang kalau kondisi tanamannya sudah rusak, paling hanya 500 gram,” ujarnya.

Bapak tiga orang anak ini melihat tingginya harga cabai rawit karena stok cabai di petani berkurang. Karena tanaman di petani banyak yang rusak, sehingga tengkulak kesulitan mendapat cabai rawit. “Di Bantaran (Kabupaten Probolinggo) sudah banyak tanaman cabai dicabut. Punya saya juga sudah saya cabut karena rusak. Memang siklusnya sudah seperti itu,” jelasnya.

Sementara itu, sejumlah pedagang di Pasar Baru Kota Probolinggo mengungkapkan harga cabai rawit memang melejit. Bahkan, bisa mencapai Rp 50 ribu per kilogram “Stok di tengkulak sedikit. Makanya harganya melejit,” ujar salah satu pedagang cabai eceran yang membeli cabai rawit di Pasar Baru, Nuning, 35.

Karenanya, Nuning mengaku butuh modal lebih banyak agar bisa mengkulak cabai. “Saya tidak bisa kulak banyak. Ambil satu kilogram saja sudah habis Rp 50 ribu. Ini cuma ambil setengah kilogram,” ujarnya. (put/rud)