Izin Tak Diperpanjang, Karaoke 888 Surati Pemkot Probolinggo

MAYANGAN – Keputusan Pemkot Probolinggo tidak memperpanjang izin dua tempat hiburan, berbuntut. Manajemen Tempat Karaoke 888, melayangkan surat kepada Pemkot. Pihak menajemen menyebut, Karaoke 888 merupakan salah satu fasilitas Hotel Tampiarto di Jalan Suroyo.

“Kami melayangkan surat kepada Wali Kota dan kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terkait tidak perpanjangan izin fasilitas Hotel Tampiarto. Kami juga meminta waktu untuk bertemu dengan Wali Kota,” ujar Manajer 888 Denis Willy Arnandi kepada Jawa Pos Radar Bromo.

Dalam surat itu, Denis mengatakan, pihaknya mengakui surat izin usaha atau surat izin hiburan Karaoke 888 sudah habis masa berlakunya. Sesuai pasal 7 Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 7/M-DAG/PER/9/2017 tentang Perubahan ke Tiga atas Permendag Nomor 36/M-DAG/PER/9/2017 tentang Penerbitan Surat Izin Usaha Perdagangan, ditegaskan izin usaha berlaku untuk selamanya.

Sehingga, tidak perlu diperpanjangan untuk melindungi ketidakadilan yang sering terjadi tanpa memikirkan kerugian investor. Dalam suratnya, manajemen 888 juga menyatakan, jika Karaoke 888 merupakan fasilitas dan satu kesatuan dengan Hotel Tampiarto.

Menurut Denis, dalam UU Nomor 10/2009 tentang Pariwisata dan turunannya PP Nomor 50/2012, disebutkan tempat karaoke diperbolehkan sebagai fasilitas hotel. “Seharusnya perda (peraturan daerah) tidak bisa mengalahkan undang-undang. Kemenpar juga membolehkan usaha karaoke sebagai fasilitas hotel. Perda Nomor 9/2015 tentang Penataan, Pengawasan, dan Pengendalian Usaha Tempat Hiburan, bukan masalah perizinan hotel,” ujarnya.

Denis mengungkapkan, pihaknya juga meminta bertemu Wali Kota dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang menangani perizinan. Harapannya, izin dipermudah dan bisa kembali operasional.

Disinggung mengenai upaya jalur hukum, Denis tidak menampik jika bisa melakukannya. Namun, langkah pertama yang menjadi prioritasnya bertemu Wali Kota.

“Mengajukan gugatan hukum bisa saja dilakukan. Tapi, prioritas pertama kami bisa bertemu dengan Wali Kota untuk membahas masalah izin ini,” ujarnya.

Denis mengatakan, izin Karaoke 888 telah habis sejak November 2018. Pihaknya sudah mengurusnya sejak Oktober 2018. “Namun, izinnya tidak segera keluar. Setelah November itu, kami masih tetap beroperasi dan baru benar-benar ditutup bersamaan ketika izin Pop City habis Juli ini,” jelasnya.

Menurutnya, dampak penutupan ini terasa pada karyawan 888. Ada 12 karyawan yang tidak bisa bekerja dengan tidak adanya kepastian mengenai izin usahanya.

Adanya pengajuan surat dari Manajemen 888, dibenarkan oleh Kepala DPMPTSP Kota Probolinggo Dwi Hermanto. “Tapi, isinya seperti apa, belum tahu. Karena masih di luar kota,” ujarnya melalui sambungan selulernya, Selasa (9/7).

Diketahui, ada dua tempat hiburan berupa karaoke yang tidak diperpanjang izinnya oleh Pemkot Probolinggo. Yakni, 888 di Jalan Suroyo dan Pop City di Jalan Dr. Soetomo. Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin mengaku, keputusannya ini akan menuai pro-kontra. Namun, pihaknya mengaku siap menghadapi.

“Saya siap jika ada yang mengambil langkah hukum terkait tidak diperpanjangnya izin usaha hiburan ini. Setiap kebijakan pasti ada pro dan kontra. Ada dampak dari kebijakan tersebut,” ujarnya, Senin (8/7). (put/rud)