Dewan di Kota Pasuruan Rancang Tiga Perda Inisiatif, Apa Saja Ya?

PANGGUNGREJO – DPRD Kota Pasuruan tahun ini merancang tiga peraturan daerah (perda). Rancangan Perda ini sudah ditetapkan. Sedangkan, pembahasannya ditargetkan dapat terlaksana di masa sidang ke dua dan ke tiga.

Tiga Raperda ini tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Aneka Usaha; tentang Penyelenggaran Kepemudaan; dan tentang Fasilitasi Pencegahan dan Penanggulangan Narkotika, Psikotropika, dan Zak Adiktif lainnya (Napza).

Ketua Badan Pembentukan Perda (Banperda) Kota Pasuruan Ismu Hardiyanto mengaku, pihaknya sudah menetapkan rancangan ketiga raperda ini dalam program legislasi daerah (prolegda). “Penetapan dalam Prolegda sudah dilakukan Juni lalu. Anggota DPRD Kota Pasuruan yang baru tinggal meneruskan dalam masa sidang ke dua dan ke tiga sekitar September-Desember mendatang,” ujarnya.

Anggota Komisi II ini menjelaskan, urgensi Raperda tentang BUMD Aneka Usaha ini disebabkan Pemkot tidak diperbolehkan mengelola asetnya secara langsung. Selama ini, aset yang dimiliki Pemkot dikelola pihak ke tiga.

Di sisi lain, aset milik Pemkot cukup banyak. Di antaranya, SPBU di Kelurahan Bakalan, Kecamatan Bugulkidul dan sejumlah pasar tradisional. Dengan Raperda ini, Pemkot bisa mengelola secara langsung. Sehingga, bisa mendatangkan pendapatan asli daerah (PAD) lebih banyak.

Untuk Raperda tentang Fasilitasi Pencegahan dan Penanggulangan Napza, bertujuan mengoptimalkan pencegahan Napza. Seperti, dengan mengajak sekolah, tokoh masyarakat, dan orang tua, baik pra maupun pasca.

“Polisi sudah punya peraturan pengedalian Napza dan kami tidak mau berhimpitan. Namun, berjalan beriringan. Jadi, yang kami titik beratkan agar lingkungan sekitar turut berperan dalam penanggulangan dan pencegahannya,” jelasnya.

Ketua Fraksi PKS ini menerangkan, Raperda tentang Penyelenggaraan Kepemudaan bertujuan agar pemuda di Kota Pasuruan lebih tereksplorasi. Menurutnya, banyak pemuda yang memiliki kemampuan di segala bidang. “Inilah yang ingin kami hubungkan dengan mempertimbangkan potensi Pasuruan. Misalnya, pemuda itu dihubungkan dengan perusaahaan besar atau perlu diajak dan digali potensinya dengan berwirausaha,” ujar Ismu. (riz/fun)