BPBD: Cuaca Dingin di Pasuruan Bisa Akhir Juli

LEBIH DINGIN: Seorang petani di Kota Pasuruan, menyemprot tanaman padinya. Memasuki kemarau, cuaca di Kota Pasuruan lebih dingin. Ini, diprediksi akan terjadi sampai bulan depan. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PURWOREJO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan, meminta masyarakat tetap mewaspadai cuaca dingin selama musim kemarau. Sebab, perubahan suhu yang terjadi mendadak ini diperkirakan akan berlangsung sampai akhir Agustus.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Pasuruan Catur Aldoko mengungkapkan, suhu udara dingin pada musim kemarau yang terjadi sejak Juni lalu diperkirakan akan lebih lama. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, suhu udara dingin ini sampai akhir bulan depan.

“Adanya pergerakan masa udara dari Australia dengan membawa masa udara dingin atau kering menuju Asia atau muson dingin Australia yang menyebabkan suhu udara di Indonesia, utamanya Kota Pasuruan menjadi dingin,” ujarnya.

Catur menyebutkan, dari pantauan lima hari terakhir, BMKG mencatat suhu udara minimun diperkirakan berkisar 18 sampai 20 derajat Celsius. Hal ini sangat berpotensi menyebabkan penyakit pernapasan yang diakibatkan virus dan bakteri, kulit, dan bibir menjadi kering. Serta, mimisan dan dapat menyebabkan penurunan suhu tubuh (hipotermia).

Karenanya, pihaknya mengimbau masyarakat untuk menggunakan pakaian atau selimut yang tebal. Suhu pendingin ruangan tidak terlalu rendah dan makan cukup serta minum-minuman yang hangat. Selain itu, juga bisa menggunakan krim pelembap kulit agar tidak terlalu kering.

“Kami meminta agar masyarakat pandai menjaga kondisi tubuh. Sebab, perubahan suhu yang mendadak saat siang menuju malam hari berisiko menyebabkan penyakit. Kalau kondisi badan menurun, rentan terdampak,” ujar Catur. (riz/fun)