9 SDN di Tengah Kota Probolinggo Ini Belum Penuhi Pagu

TENGAH KOTA: SDN Sukabumi 2 sudah terpenuhi pagu, namun tidak langsung pada tahap pertama. Perubahan Demografi penduduk membuat sekolah pinggiran lebih cepat terpenuhi pagu. (Zainal Arifin/Radar Bromo)

Related Post

PROBOLINGGO – Perubahan demografi atau struktur kependudukan di Kota Probolinggo, diduga berdampak pada pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SD Negeri tahun 2019. Salah satu buktinya, sembilan SD Negeri di lingkungan perkotaan, belum memenuhi pagu.

Yaitu, SDN Sukabumi 6, SDN Sukabumi 7, SDN Jati 1, SDN Mangunharjo 4, SDN Wiroborang 4, SDN Mayangan 4. Lalu, SDN Kebonsari Wetan 1, SDN Kebonsari Wetan 3, dan SDN Kebonsari Kulon 6.

Berdasarkan data dari Bidang Pendidikan Dasar, Disdikpora Kota Probolinggo, semua SD Negeri itu berada di tengah kota. Sebaliknya, SD Negeri yang ada di pinggiran kota malah sudah memenuhi pagu. Kondisi ini bahkan mulai terjadi sejak setahun lalu.

“Sejak tahun lalu terasa sekali bahwa sekolah di daerah pinggiran Kota Probolinggo lebih cepat terpenuhi pagunya daripada SD negeri di wilayah kota atau tengah,” ujar Budi Wahyu Rianto, kabid Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Probolinggo, Selasa (9/7).

Budi memperkirakan, salah satu sebabnya, karena banyak keluarga yang memiliki anak usia SD, tinggal di wilayah pinggiran kota. Seiring dengan bertambahnya perumahan-perumahan di wilayah pinggiran. Dengan kata lain, anak usia SD yang tinggal di tengah kota sedikit jumlahnya.

“Di wilayah tengah kota ini, membeli tanah cukup mahal. Jadi, tidak banyak keluarga yang punya anak usia SD tinggal di wilayah tengah kota,” jelasnya.

Akibatnya, sekolah-sekolah yang letaknya di tengah kota, banyak yang tidak terpenuhi pagunya. Kalau pun saat ini pagu sekolah di tengah kota sudah terpenuhi, itu terjadi tidak langsung saat pendaftaran tahap pertama. Namun, pagu baru terpenuhi melalui jalur pemenuhan pagu.

“Seperti di SDN Sukabumi 2, memang sudah terpenuhi pagunya sekarang. Tapi, terpenuhi melalui jalur pemenuhan pagu,” jelasnya.

Penyebab lain sulitnya sekolah di tengah kota memenuhi pagu, sejumlah SD negeri di tengah kota letaknya berdekatan.

“Di utara SDN Sukabumi 2 juga ada SD Sukabumi 1. Jadi, karena ini juga mungkin pagu tidak langsung terpenuhi saat pendaftaran pertama,” jelasnya.

Sebaliknya, sekolah-sekolah yang ada di pinggiran kota, langsung terpenuhi pagunya. Apalagi, diberlakukan sistem zonasi.

Memang, masih ada warga di pinggiran yang ingin menyekolahkan anaknya di tengah kota. Namun, dengan adanya sistem zonasi, mereka harus menyekolahkan anak di dekat rumah.

“Bagi sekolah yang belum memenuhi pagu ini, masih bisa membuka pendaftaran asal tahun ajaran baru belum dimulai. Tahun ajaran baru dimulai 15 Juli,” jelasnya.

Sedangkan untuk SMP Negeri, pagu siswa telah terpenuhi semua. Namun masih bisa berubah saat dilakukan proses daftar ulang. Proses daftar ulang baik TK, SD, dan SMP dilakukan mulai tanggal 10 sampai 12 Juli 2019.

“Bisa saja saat daftar ulang, siswa yang diterima tidak daftar ulang karena mendaftar di Madrasah Tsanawiyah misalnya. Jelas posisi siswa tersebut kosong,” ujarnya. (put/hn)