Usai Terbakar, Pembangunan Pasar Winongan Diusulkan Dibangun Tahun Depan

LUDES: Kondisi Pasar Winongan yang terbakar. Disperindag Kabupaten Pasuruan masih mengusukan pembangunan kios pada RAPBD 2020 mendatang. (Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

WINONGAN – Kebakaran di Pasar Winongan Jumat malam lalu (5/7) sedikitnya menghanguskan 10 kios dan 7 lapak pedagang. Untuk perbaikan kios yang baru, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan masih menunggu pengusulan anggaran di APDB tahun 2020 mendatang.

Hal tersebut diungkapkan Edy Suwanto, Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan. Edy menyebut, pembangunan kios ataupun lapak yang baru memang membutuhkan proses. Sehingga tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat.

“Untuk pembangunan kios yang baru kan butuh biaya dan ada prosesnya. Sehingga baru bisa kami usulkan di anggaran tahun 2020 mendatang,” terangnya.

Edy menjelaskan, memang untuk penganggaran tidak bisa cepat. Sehingga diharapkan, pedagang sementara bisa secara swadaya untuk kegiatan berdagang selanjutnya. Disperindag bersama UPT Pasar Winongan sendiri sudah beberapa kali melakukan komunikasi dengan pedagang yang kiosnya terkena kebakaran. Direncanakan segera ada pembersihan agar tempat yang terbakar dapat segera dimanfaatkan kembali.

Sementara itu, AKP Thohari, Kapolsek Winongan mengatakan, pihaknya sudah kembali melakukan musyawarah dengan pedagang yang terkena bencana kebakaran. “Sebelumnya memang menunggu proses Labfor. Namun karena menunggu terlalu lama dan pedagang ingin segera berjualan, maka musyawarah memutuskan, proses labfor tidak perlu,” terangnya.

Thohari mengatakan, dalam kesepakatan ini lantaran menilai kalau ada labfor, maka akan menunggu lama lagi menunggu hasilnya. “Sehingga pedagang memilih tidak ada tuntutan terkait kebakaran kemarin, agar lebih cepat menempati lokasi kebakaran untuk berjualan kembali,” terangnya.

Kendati begitu, Polsek Winongan tetap akan melaporkan hasil musyawarah kemarin bersama pedagang ke Disperindag termasuk ke Tim Labfor Mabes Polri cabang Surabaya.

M. Sholeh, Koordinator Paguyuban Pedagang Pasar Winongan menambahkan, karena tidak mau menunggu lama sampai dibangun kios baru oleh Disperidag, pedagang dipastikan mau iuran untuk membantun bedak sementara. Itu juga merupakan hasil dari musyawarah.

“Pedagang mau urunan (iuran) untuk membangun bedak sementara. Namun bedaknya nanti akan semi permanen yang penting bisa untuk berjualan kembali,” terangnya.

Terkait iuran juga akan melihat kemampuan pedagang. “Yang penting keinginan sekarang segera bisa dibersihkan agar mereka bisa kembali berjualan,” ujarnya. (eka/fun)