Selalu Padat-Rawan Macet, Jalur Selatan Perlu Dilebarkan

TEGALSIWALAN – Sejak diresmikannya Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo (Pasro), jalur selatan Kabupaten Probolinggo semakin padat. Bahkan, tak jarang terjadi kemacetan. Karenanya, Jalan Raya Probolinggo-Lumajang ini dinilai perlu dilebarkan.

Informasinya, hampir setiap hari terjadi kepadatan arus lalu lintas di Jalan Raya Probolinggo-Lumajang. Bila terjadi kecelakaan lalu lintas, bisa dipastikan jalan ini akan macet. Sebab, jalannya memang cukup sempit. Salah satu titik penyebab terjadinya kemacetan di perlintasan rel Kereta Api (KA) di Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan.

Syukur, tahun ini Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional (BBPJN) berencana melebarkan sejumlah titik Jalan Raya Probolinggo-Lumajang ini. Namun, dari perkiraan pelebaran jalan sepanjang 7 kilometer, direncanakan 5 kilometer di titik Jalan Raya Klakah Lumajang. Sedangkan, sisanya sekitar 2 kilometer perencanaan kegiatannya belum dilakukan.

Kasat Lantas Polres Probolinggo AKP Ega Prayudi mengatakan, Minggu (7/7) malam, terjadi kemacetan lalu lintas di Jalan Raya Probolinggo-Lumajang. Itu, akibat adanya truk yang mogok di Jalan Raya Ranuyoso, Kabupaten Lumajang.

Di hari-hari biasa, ada beberapa titik Jalan Raya Probolinggo-Lumajang yang macet. “Jalur selatan yang rawan macet itu mulai dari Pasar Leces, Pertigaan Malasan, dan Perlintasan Rel Kereta Api Malasan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bromo, Senin (8/7).

Ega mengatakan, kondisi Jalan Raya Probolinggo-Lumajang memang sempit. Sehingga, perlu dilebarkan. Mengingat kondisi arus kendaraan yang melintasi di jalur selatan ini terus meningkat. “Jika dilihat dari volume kendaraan yang tinggi dikarenakan adanya tol, seharusnya ada pelebaran jalan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Tata Usaha Jalan Nasional Wilayah Probolinggo-Lumajang Hendrik mengatakan, tahun ini ada rencana kegiatan pelebaran jalan raya jalur selatan. Direncanakan, proyek pelebaran jalan ini sepanjang 7 kilometer. Namun, kepastian titik jalan yang akan dilebarkan masih menunggu.

“Sejauh ini informasi yang saya terima pelebaran jalan di titik Klakah sepanjang sekitar 5 kilometer. Sisanya titik mana saja, kami masih belum tahu,” ujarnya. (mas/fun)