Satu Pelaku dari Komplotan Pencuri Mobil yang Dibekuk di Bulusari Mati Ditembak

DARI KIRI: Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera, Direskrimum Kombes Gupuh Setiyono, dan Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum AKBP Leonard M Sinambela saat rilis di Polda Jatim, Senin (8/7) dan menunjukkan foto pelaku yang ditembak mati. Inset: Mobil Datsun yang dikemudikan pelaku hingga kemudian dibekuk di Bulusari, Gempol, Minggu (7/7) lalu. (Hariyanto Teng/Jawa Pos)

Related Post

SURABAYA – Penangkapan pelaku pencurian mobil oleh polisi, cukup menyita perhatian warga di Bulusari, Kecamatan Gempol pada Minggu (7/7) sore lalu. Polisi dari Jatanras Polda Jatim bahkan harus mengeluarkan peluru tajam untuk melumpuhkan dua pelaku. Satu di antaranya meregang nyawa saat dilarikan ke rumah sakit.

DIAMANKAN: Mobil Datsun GO yang sempat dibawa komplotan. (Hariyanto Teng/Jawa Pos)

Pelaku yang tewas tersebut diketahui bernama Mahmuddan alias Dani. Satu pelaku lainnya yang juga ditembak adalah Ahmad Yoni. Polisi juga mengamankan tiga orang lainnya, meski mereka sejauh ini statusnya masih menjadi saksi.

Adapun kedua pelaku yakni Dani dan Yoni, disebutkan hendak mencoba kabur dari kejaran polisi saat diduga sedang bertransaksi mobil hasil curian di Pasuruan Minggu sore (7/7). ”Totalnya ada lima. Dua dipastikan merupakan pelaku alias tersangka. Sedangkan tiga lainnya masih didalami keterlibatannya,” terang Direskrimum Polda Jatim Kombes Gupuh Setiyono di halaman Ditreskrimum Polda Jatim kemarin.

Dalam pengejaran tersebut, Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim terpaksa menembak pelaku. Sebab, pelaku membahayakan banyak warga dan polisi. Dua pelaku, yakni Dani dan Yoni juga sempat menabrakan kendaraannya ke mobil petugas yang sedang menghalangi laju mobil Datsun yang dikendarai pelaku. Karena itu, polisi menembakkan peluru ke kaca belakang.

Gupuh menerangkan karena itu, mereka terperosok ke sawah kemudian jatuh. Namun, keduanya masih berusaha melarikan diri. Karena itu, polisi sempat melakukan tembakan peringatan sebanyak tiga kali. Meski begitu, mereka (Dani dan Yoni, Red), tidak mengindahkan peringatan tersebut.

”Tindakan tegas kami berikan. Tim telah tepat menggunakan peringatan ke tiga kalinya, karena mereka tidak berhenti dan justru melarikan diri,” katanya.

Menurut hasil penangkapan, lanjut Gupuh, tim Jatanras mengambil sejumlah

bukti. Berupa kunci kendaraan roda empat dan roda dua. Tak hanya itu, dalam mobil yang dikendarai pelaku tersebut, menyimpan beberapa STNK mobil. ”Pelaku ini sindikat lama yang diincar oleh Polda Jatim. Kebetulan, pelaku melakukan aksinya terakhir di Gresik pada Juli lalu. Barang bukti yang disita berupa satu unit mobil Honda Mobilio yang merupakan hasil curian di Gresik,” ujarnya

Perwira tiga melati di pundak tersebut menambahkan, pelacakan jejak rekam pelaku tersebut diketahui dari laporan di Polres Gresik pada 6 Juli 2019. Karena, ada kemiripan cara tersangka dengan incaran tim Jatanras, maka polisi mencoba untuk menelusuri lebih lanjut. Hasilnya, memang ada transaski hasil curian di Bulusari, Gempol, Pasuruan, Minggu (7/7) lalu.

Pelaku diduga menggunakan cara kekerasan dalam mengambil. Caranya dengan membobol rumah saat dini hari. Selain itu, pelaku juga masuk ke dalam rumah, untuk mengambil kunci. ”Kami sedang mengembangkannya ada unsur kekerasan atau tidak, dalam hal ini. Termasuk mendalami peran dari tiga orang lainnya yang kami tangkap saat transaksi itu,” ungkapnya.

Ketiga terduga komplotan itu, di antaranya, LK, 23, DS, 24, dan satu orang perempuan NYL,19. Namun, yang terindikasi kuat menjadi komplotan kelompok curat itu adalah LK dan DS. Sementara,NYL masih didalami keterlibatannya, dan berstatus saksi. ”Hari ini rencananya, kami akan ungkap ketiga orang tersebut. Apakah mereka terlibat atau tidak,” katanya.

Sementara, AKBP Leonard M Sinambela, selaku Kasubdit III Jatanras Polda Jatim mengungkapkan barang bukti yang paling nyata menunjukan beberapa lokasi yang sering mereka gunakan sebagai tempat pencurian. Di antaranya, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, dan Gresik.”Ini bisa saja lebih. Kami perlu menggali kembali keterangan dari tersangka dan terduga pelaku,” katanya.

Sebab, data tersebut merupakan identifikasi sementara. Dikarenakan, berdasarkan hasil penyitaan barang bukti terdapat 10 STNK beserta kunci yang berasal dari empat lokasi tersebut.”Kami belum bisa memastikannya. Mobilnya pun masih ditelusuri,” tutur Leo.

Leo menambahkan, tiga terduga sindikat itu berada di sebelah mobil pelaku. Tepatnya, berada dalam Mobilio. Namun, ketiganya saat penyergapan itu, tidak sempat kabur. Sehingga, mudah diamankan oleh tim.

Seperti diberitakan sebelumnya, Adegan bak film action tersaji di jalanan kampung Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan Minggu petang (7/7). Mobil komplotan pelaku pencurian mobil terpaksa ditabrak mobil anggota tim Jatanras Polda Jatim hingga nyemplung sawah. (den/JPG/fun)